Setelah lulus dari SMA/SMK pasti para anak muda lebih dibingungkan dalam memilih jurusan ataupun kampus yang akan dipilih untuk masa depannya. Ada yang meneruskan jurusan sesuai dengan keahlian pada saat SMA/SMK. Ada yang mencoba hal baru yang ingin dirasakan. Mereka pasti sedang mencari-cari informasi tentang kampus dan jurusan yang ingin dipelajari.

Mulai dengan bertanya-tanya kepada teman, saudara, atau bahkan guru favoritnya dimasa SMA/SMK. Dan masalah yang tak lepas dari itu semua adalah mengikuti kemauan orang tua yang sudah menentukan jurusan untuk anaknya atau kata lain memaksakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kemauan anaknya. Hal ini akan dialami mungkin dua dari sepuluh anak muda lainnya. Sebaiknya hal ini tidak dilakukan oleh orang tua yang memaksakan anaknya masuk dijurusan yang tidak diminati.

Walaupun orang tua berpendapat bahwa jurusan ini akan lebih memudahkan mereka nantinya mempunyai pekerjaan tanpa perlu menganggur, mencarikan jurusan yang biayanya tidak selangit, tidak perlu susah payah menaruh lamaran pekerjaan dimanapun, dan berbagai pendapat yang disenangi orang tua.

Orang tua sebaiknya mendahulukan pendapat anaknya tentang pemilihan jurusan sebelum memaksakan kemauan sendiri. Mereka juga mempunyai hak untuk memutuskan masa depan yang akan dijalaninya tanpa ada unsur paksaan dari orang tua.

Hak kaum muda dalam memilih jurusan pendidikan adalah hal yang mutlak dilakukan. Seharusnya orang tua atau orang disekitarnya mendukung dengan apa yang sudah dipilih. Jika kaum muda memilih jurusan pasti sudah sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Dengan itu mereka pasti lebih bisa bertanggung jawab akan pilihan jurusan tersebut.

Advertisement

Usaha dalam menentukan jurusan dari berbagai jurusan lainnya sangatlah susah, mereka memilah-milah jurusan mana yang akan lebih menjamin masa depannya tanpa membuang-buang waktu dengan jurusan yang salah. Kaum muda akan lebih senang dan tanpa ada beban yang harus dipikirkannya. Dari pada harus mengikuti teman-teman lainnya dalam mencari jurusan yang lebih keren dan gaul, kaum muda harus punya jati diri dan mengukur keahliannya sesuai jurusan yang dapat menampung bakat dimilikinya.

Orang tua difase umur remaja seperti ini sebaiknya memberikan fasilitas yang sesuai, kebebasan berpendapat, berdoa, memberikan semangat dan memberikan nasihat yang seusai dengan kebutuhannya. Dan selebihnya biarkan mereka memilih dan menjalaninya sesuai jati dirinya, sebagai orang tua berikan doa restu,pengawasan, memelihara, dan membimbing yang sesuai.