Setelah dua tahun saya berkuliah di luar negeri, saya memutuskan untuk kembali ke negeri tercinta, Indonesia, ke kampung halaman saya, Singkawang. Tidak pernah terbayangkan bahwa begitu banyak perubahan yang terjadi dengan diri ku bahkan dengan keadaan disekitarku ini.

Saya kembali setelah sekian lama kehilangan kontak dengan teman-teman lama dan pikiranku terbayang kembali ke memori waktu SMA.

Saya membuka kotak lemari lama dan mencari memori masa SMA, mengingat masa lalu. Dikatakan bahwa tidak ada teman yang lebih dekat dengan kita dibanding dengan teman SMA, itulah sahabat SMA, mungkin ada sebagian orang yang tidak menyetujui persepsi ini. Tapi yang pasti, memori ketika kita berada di SMP/SMA dan universitas adalah dua memori yang berbeda. Dan saya lebih memilih masa SMA menjadi masa-masa paling indah.

Saya menyusuri pantai yang jaraknya 1 jam ditempuh dengan motor dekat rumahku. Saya menyusuri pantai terakhir saya pergi bersama dengan teman-teman lama ku.

Pikiran saya terbenam kembali ke memori bersama mereka, persahabatan SMA, aku berlari kesana, ke pantai dimana kami pernah bermain, melemparkan langkah kaki ku ke arus pantai yang menhantam tepian. Begitu tidak asing. Merasakan deru angin yang menyentuh wajahku dan lambaian pohon-pohon yang seperti merindukan gandengan tanganku.

Advertisement

Setiap dari kita pasti mempunyai kenangan yang begitu membekas baik itu bersama siapa saja dan dimana saja, kenangan adalah kotak yang tersimpan paling indah karena menceritakan dan mengingatkan kita tentang masa lalu.

Mengingat kembali masa lalu, mengembalikan kembali kenangan masa lalu persahabatan yang pernah kita bangun. Saya merindukan persahabatan itu. Saya merindukan mereka. Di waktu dan tempat yang berbeda kiranya kita tetap dapat kembali menjalin hubungan persahabatan itu kembali.