Sekian lama berlalu, mungkin hampir setahun kita tak bertemu atau sekedar menyapa dalam maya, hari ini pada siang saat sendiri menyapa dengan siksaanya, bayanganmu datang membuatku terperangah sendiri. Dan otakku memutar memori lalu saat bersamamu, membuatku terdiam bimbang, mengapa? Lalu bertambah kebimbangan ini ketika terasa ada seperti sebuah kerinduan di hati, aku mengingat semua dengan jelas, aku merasakan begitu ingin mengulangnya hingga mempertanyakan segala keputusanku saat ini, menimbang kembali perasaan yang kini ada dihatiku untuknya, kekasih yang mencintaiku dengan begitu tulus dan cinta yang aku rasa pun sama untuknya.

Bayanganmu menjelma semakin nyata, mengusik sepinya siang ini. Membuatku hanyut dalam kenangan yang tak mungkin dan tak seharusnya aku kenang. Sejak kau jauh, akupun memilih untuk melangkah mencoba menerka hari tanpamu hingga pada akhirnya aku mampu mendapatkan kembali senyuman dan nyamanku bersamanya, aku yakin aku cinta… seperti aku begitu bahagia dengannya, tapi mengapa siang ini kau kembali mengusik hariku, kau mencuatkan segala rasa yang telah lama ku kerucutkan sejak kau menghilang dari duniaku. Mengapa kau tiba-tiba hadir mengetuk rindu yang sekian lama tak pernah bicara bahkan dalam mimpi sekalipun.

Detik ini mataku memerah dan begitu meresapi betapa kenangan itu terlalu menyakitkan untuk ku kenang kini, saat telah ku lepaskan cintaku dan ku dapatkan cinta yang mampu membuatku bangkit kembali. Betapa semua memori yang kini menjelma nyata di depanku begitu perih untuk ku ingat , saat telah ada tangan seseorang yang begitu erat ingin ku gengam dalam setiap langkahku.

Rindu apakah ini… mengapa menjelma kembali, mungkinkah karena saat ini kau pun sedang meresapi rindu yang sama tragisnya denganku? Mungkinkah jika saat ini kau pun sedang merintih pilu atas rasa yang tiba-tiba menjelma, sebuah keinginan yang sudah luluh lantah, harapan yang telah musnah bagai puing-puing yang antah berantah.

Segalanya hanya menjadikan sebuah pertanyaan yang membuat goyah langkahku. Menciptakan segala tanya yang tak pernah terjawab. Aku juga kamu telah memilih mundur untuk cinta yang tak mungkin ini, kita telah sekian lama saling menyakiti atas sebuah keinginan yang tak bisa kita perjuangkan, atau mungkin saat ini diri kita sedang menuntut atas perih yang kita ciptakan, tapi yang pasti ini tak boleh berlarut atau segalanya akan hilang, hidup kita yang saat ini telah bersih dari perasaan yang tak mungkin itu. Mungkin ada hal yang terlupa dari kita, saat kita telah menyerah dan merelakan, tanpa pernah memaafkan diri sendiri, karena kita tidak menyakiti selain diri sendiri, maka maafkanlah… dengan ini telah ku maafkan diriku atas kemunduran dalam cinta yang tak mungkin diperjuangkan, dan kamu… semoga kamu di sanapun bisa memafkan hati yang luruh itu, agar segala kenangan ini tak kembali hadir pada hidup kita yang kini.

Advertisement

Untukmu… aku selalu berharap kaupun telah menemukan yang layak kau perjuangkan, kau telah dapatkan dia yang mampu membuatmu berjuang untuk cintamu, tak lagi menyerah, tak mematahkan harapan dan angan hatimu, menghargai setiap rasa yang ada, karena aku tak ingin kau sempat merasakan kehampaanku saat hatiku mati setelah melepasmu. Sepertiku kini, aku bahagia dengannya, dia yang mampu membuatku berjuang sekeras ini untuk cinta yang tak ingin lagi ku lepas, dia yang mampu membangkitkan kembali hati yang mati, dan ingin yang sirna akan cinta. Bahagialah wahai kenanganku… sepertiku bahagia dengan cintaku.