“Kalau saya sudah tua nanti, sudah mapan, sudah punya tabungan berlebih, baru saya akan pergi ke luar negeri.”

Pernahkah mendengar kalimat seperti itu sebelumnya?

Berandai-andai untuk berkeliling dunia untuk menikmati masa tua tentu bukanlah hal yang salah. Namun, mengapa harus menunggu tua jika bisa dilakukan sekarang? Padahal semakin muda kita melakukan perjalanan ke negara asing, semakin banyak pelajaran yang dapat diberikan oleh perjalanan itu.

Anak muda yang keluar negeri sedini mungkin memiliki banyak keuntungan. Pertama, tentunya kemampuan bahasa asing yang lebih baik. Tinggal di tempat yang sama sekali berbeda bahasa akan memaksa seseorang membiasakan diri untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa asli negara tersebut. Sekembalinya ke negaranya, tentu ia akan memiliki nilai lebih dibanding teman sebayanya.

Kedua, setelah mampu berkomunikasi dengan baik, muncullah kepercayaan diri. Hal ini penting untuk tumbuh dimasa-masa mudanya agar muncul pemikiran bahwa ia mampu untuk mengembangkan sayap lebih tinggi. Ia menjadi berani untuk berkompetisi menghadapi globalisasi.

Advertisement

Manfaat ketiga, anak muda menjadi open minded dan mengerti bahwa setiap budaya memiliki nilai-nilai yang baik. Perbedaan budaya tidak bersifat vertikal melainkan horizontal, sama rata sama bagusnya. Sehingga nantinya dapat lebih memahami perbedaan. Terakhir, anak muda yang memberanikan diri keluar negeri mendapatkan teman yang banyak dan jaringan yang lebih luas. Tentunya hal ini akan bermanfaat hingga ia dewasa. Semakin muda, semakin tersedia banyak waktu untuknya memiliki good networking. Benefit yang didapat jika kita mem

Kita tahu pada saat ini banyak sekali Program-program, Event, Forum baik itu tingkat Nasional ataupun International. Ini tentu menjadi ketertarikan para mahasiswa di Indonesia Mengikuti program-program development ini. Salah satunya ke luar negeri, yang saya jelaskan diatas ialah beberapa dampak yang dirasakan ketika ke luar negeri.

Sayangnya sebagian mereka yang sudah ke luar negeri membawa nama Indonesia memiliki niat yang salah, yaitu ingin dipuji, sebagai ajang show up dan banyak lagi. Sehingga tidak jarang ketika mereka kembali, mereka tidak memberikan kontribusi atau hasil yang mereka dapatkan dari luar negeri.

Saya sering menemukan teman-teman seperti ini, mereka banyak sekali mengikuti program dari tingkat Nasional sampai sering ke Luar negeri untuk mengikuti program-program itu, tapi bagi saya ini tidak bernilai sama sekali. Bagaimana pun ketika kita mengikuti program ke luar negeri, itu merupakan kepercayaan kepada kita bahwa nya kita mampu membawa nama negara dan ketika kembali kita bisa ikut berkontribusi untuk bangsa ini meski dari hal yang kecil.

Setidaknya kita harus berfikir, ketika Negara ini telah memberikan kita fasilitas yang cukup untuk kita, wajib hukumnya bagi kita untuk membalas itu dengan prestasi yang di iringi dengan kontribusi nyata.

Kadang banyak yang tidak sepikiran dengan tulisan yang saya tulis ini, tapi itu hak mereka. Jadi intinya, tidak penting seberapa banyak negara yang kita kunjungi, sebarapa program nasional ataupun international kita ikuti, jangan berharapa Apa yang bisa negera beri untuk saya, tapi apa yang bisa saya berikan untuk negara ini, sejauh mana kontribusi dan kadar kemanfaatan saya untuk lingkungan saya.

Kita berharap kedepan generasi muda Indonesia yang mengikuti program ke luar negeri mampu mengembangkan diri dengan baik, bisa memberikan sumbangsih untuk negara. Karena ke luar negeri akan memberikan kita banyak pelajaran dan pengalaman yang sangat luar biasa, apalagi yang paling berharga yaitu Networking.