Cinta itu kadang berbentuk dalam bentuk persahabatan, tanpa disadari cinta itu terus menyapa dan menyapa. semakin hari, semakin kuat dan ada harapan ingin memiliki. Cinta tanpa harus memiliki adalah kebohongan. nyatanya disaat dirimu melihatnya di hadapanmu, kamu ingin memilikinya lebih dari sekedar sahabat.

Karena dalam hatimu yang sesungguhnya, kamu telah menganggpnya lebih dari seorang sahabat yang menemani dirimu. ketika kamu mengenalnya lebih dari dari orang lain, ketika kamu selalu meluangkan waktu yang kamu miliki dengannya. Ketika seseorang membuatnya kecewa, hatimu ikut merasakan apa yang dia rasakan.

Terkadang berada disampingnya membuatmu bahagia, mendengarkan ceritanya dari mulutnya yang cerewet. mukanya yang datar ketika memberikan lelucon, dan kamu tertawa dengan ceritanya yang kamu anggap itu tidak lucu. tapi demi mengharagainya kamu tertawa. karena tanpa disadari, kamu bahagia berada di dekatnya sehingga melihatnya pun membuat dirimu bahagia.

Kadang cinta dan persahabatan itu membuat dirimu bingung, apakah kamu harus menyatakan atau menunggu pernyataan. Ketika persahabatan menjadi cinta, tidak akan pernah berubah sifatmu terhadapnya tapi yang kamu takutkan adalah jika ternyata dia bukan jodohmu. kamu harus mengalami perpisahan dan pertengkaran sehingga persahabatan itu berakhir.

seandainya manusia mempunyai radar untuk mengetahui apakah dia jodohmu atau bukan. maka manusia tidak akan pernah belajar untuk terluka atau menghargai cinta seseorang yang pernah ada di dalam hidupmu.