Kepadamu yang belum kuketahui siapa dirimu, namamu, tempat tinggalmu, asal usulmu. Kepadamu yang kupercayai akan hadir dalam hidupku, dan saat itu adalah saat terbahagia yang kini masih tertunda. Kepadamu yang akan kusandarkan seluruh diriku, sandaran bagi jiwa dan ragaku. Kepadamu yang akan kupersembahkan cinta sejati sepanjang hayat tanpa pamrih dan tanpa kau pinta. Kepadamu yang akan kuberikan waktu terbaikku, senyum terbaikku, kasih terbaikku, dan hanya untukmu saja. Tiada dua, tiada banding.

Dengarlah aku.. Dengarlah sastraku..

Aku menempuh labirin yang berkelok-kelok. Mencari ujung untuk menemukanmu. Kadang aku singgah di persinggahan yang salah, dan aku kembali harus berjalan menyusuri misteri panjang. Kau pasti disana, di sebuah tempat disana. Yang mungkin sedang kesepian dan sendirian, sepertiku saat ini. Yang mungkin juga sedang terluka, dan sedang menyembuhkan diri, sepertiku saat ini. Yang mungkin sedang menempa diri untuk berkarya. Yang mungkin juga sedang menuliskan puisi, untukku, sepertiku kini untukmu.

Ketahuilah, ketika aku merenungkan akan kehadiranmu suatu hari kelak, seluruh luka ini sembuh perlahan. Bahwa kaulah yang sesungguhnya kesejatianku. Bahwa seluruh perjalanan cinta yang pernah ada tak ada artinya dengan hadirmu kelak. Bahwa hanya untukmulah aku bertahan dan berjuang melanjutkan perjalanan ini.

Ketika aku merenungkanmu, sepiku merapuh. Bahwa kau akan berjalan beriringan denganku dan menggandeng tanganku erat. Bahwa kaulah satu-satunya laki-laki yang paling layak aku ingat setiap detik waktuku. Yang akan menyantap rasa terburuk dari masakanku dengan tawa, dan akan menerima perubahan perut buncitku hingga termakan usia. Kaulah satu-satunya pemilik masa depanku, yang digariskan Tuhan bagiku.

Advertisement

Kau pasti pernah berbuat kesalahan dalam menjalani hidupmu, aku pun begitu. Aku akan selalu berusaha menerima masa lalumu. Masa cerah dan kelam hidupmu. Warni hitam adalah bagian dari kepingan agar tersusun mozaik warna-warni. Akulah satu-satunya yang akan paling mengerti dirimu, mendengarmu, memanjakanmu, di saat dunia bagimu tidak ramah dan menyakitimu. Ku yakin kau juga kan mengusap air mataku, saat aku membutuhkan tangan lembutmu meneduhkan segala gelisah dan amarahku. Kita tak hanya akan bersama dalam kebahagiaan, namun bersedia menerima perbedaan, perdebatan, dan pertengkaran, bumbu relasi kita. Pahit, manis, asin, asam. Kita akan bercerita tentang dunia, tentang salju, tentang puisi, tentang seni, tentang filsafat, tentang Tuhan, tentang manusia, tentang alam, dan tentang bintang-bintang. Kita akan saling menopang meraih mimpi dan menyusun masa depan.

Ketahuilah kau adalah salah satu anugerah terbaik, rizky terindah dari Tuhan yang tertulis dalam buku-Nya sejak ruh kita ditiupkan. Kita adalah bagian, sebelum masa kelahiran kita. Kita akan saling setia, kita akan saling menjaga, kita melampaui segala. Bersama, hingga batas waktu kita usai di dunia.