Aku bukanlah Penulis Hebat yang punya ribuan kata-kata puitis. Aku hanya seorang pecinta sepihak yang mencoba menuangkan berbagai cerita dalam hatiku lewat tiap kata yang ku rangkai menjadi paragraf. Aku pecinta sepihak yang tak punya kuasa dan tak punya nyali besar untuk sekedar berucap pada kamu bahwa rasaku tiga tahun yang lalu masih ada hingga sekarang.

Masih ingatkah kamu? bagaimana proses perjuanganku? melewati berbagai kisah yang untuk diingat saja rasanya pun miris. Pernahkah kamu tahu? bagaimana luka yang membekas tatkala aku tahu bahwa cintaku ini sepihak? Ah, tentu tidak mungkin. karena kamu memang tak pernah memperhatikanku. Bukan salahmu. Sepenuhnya ini kecerobohanku. Kesalahanku yang selalu berharap lebih. Inginku yang selalu menganggap bahwa rasa kita sama.

Aku tahu perhatianmu terhadapku dulu, juga kamu tujukan pada wanita-wanita lain. karena itulah kamu. baik pada semua orang yang dekat dengan kamu. sekali lagi itu bukanlah salahmu. itu kebodohanku yang berdalih terlalu jauh. itu logikaku yang terlalu memandang kejauhan. Oiya, kamu tahu ? pertemanan kita awalnya biasa-biasa saja. hingga kamu datang menemani tiap malamku dengan candaan melalui akun sosmed. bukan salahmu. sekali lagi salahku yang selalu memulai percakapan hingga aku lupa malam semakin larut. dingin semakin menusuk dalam tulang. aku pun tak pernah berpikir untuk sekedar suka. tapi aku terjebak pada gurauanku sendiri. gurauan yang berpura-pura suka padamu. ingatkah kamu ? kala itu kamu digandrungi banyak wanita dan saat yang tak ku duga aku pun mulai memikirkanmu. Namun rasaku saat itu tak mampu ku kumandangkan karena ada rasa seseorang yang lebih dulu suka padamu dan kamu pun merasakan sama terhadapnya. Aku mencoba mundur. Berbulan-bulan aku menghindar. Mencoba untuk tidak berkomunikasi denganmu. Dan aku rasa kamu tak risih dengan tingkahku itu. tapi, tahukah kamu? semakin aku berusaha, semakin air mataku menetes. Duniaku seketika runtuh saat itu juga. Semua orang mengira aku sakit. Ya, aku sakit. SAKIT HATI…

Hingga akhirnya perjuangan masa abu-abu berakhir, kita berpisah. kita tak lagi di lingkungan yang sama. aku mencari duniaku di tempat yang lain. tapi, tetap saja aku masih memikirkanmu. aku ingin tahu semua hal tentangmu. aku ingin menyapamu. tapi aku seakan sudah lupa bagaimana caranya. Hingga ada sosok yang terus memberiku informasi tentangmu.

Aku terus berusaha memberikan perhatian. lewat serbuan pertanyaan yang memuakkanmu."Lagi dimana?","Sama Siapa?","Kok nggak pulang?","Lama banget bangunnya","Kapan libur?","Lagi sibuk?". hanya pertanyaan itu dan itu saja. tapi tahukah kamu ? ada seribu kata-kata yang terucap dari mulut ini tentangmu. tapi tak pernah kamu dengar. karena kata-kata itu hanya ku ucap dalam tiap pengampunanku pada-Nya Sang Pencipta.