Ini ada surat untukmu…. karena dengan kata-kata aku bebas bercengkrama denganmu. Karena lewat tulisan aku bisa menemukanmu dalam kenangan yang pernah ada..

Suatu hari nanti didalam dimensi waktu yang berbeda kita pasti akan kembali bertemu atau barangkali bisa dipertemukan oleh Tuhan. Dan saat itu, banyak sekali perubahan yang telah terjadi diantara kita berdua. 1 tahun dekat denganmu dan menjalani hubungan tanpa status yang berakhir pada malam itu telah menyisakan banyak kenangan dan catatan manis yang tak pernah bisa begitu saja aku lupakan. Aku sempat menutup hatiku begitu lama, hingga pada akhirnya aku memilih untuk mencoba menjalani hari-hariku dengan seseorang yang kini menjadi pasanganku. Sejak dulu bahkan sampai saat ini, aku masih sangat menyanyangimu. Entah itu karena perasaanku yang terpendam terlalu lama, atau karena ini murni karena zat yang disebut dengan istilah cinta itu.

Kau tahu sejak malam itu, aku memang merasakan kehilangan yang sulit untuk dijelaskan. Ada bagian dari hatiku yang rasanya tak bisa lagi utuh. Kemudian aku mengetahui sebuah kenyataan bahwa kau telah memiliki kekasih hati bahkan telah cukup lama menjalin hubungan. Saat itu aku merasa bahwa cinta memang takkan pernah bisa dipaksakan dan akan sulit untuk dipertahankan bila hanya satu kaki yang mampu berdiri untuk menopangnya.

Aku pun mulai menjalani rutinitasku seperti bias, aku mulai sibuk kuliah dan mengikuti beberapa kegiatan kampus. Dan aku juga punya pacar yang sangat baik, dia pengertian, dia lembut, dia adalah pribadi yang sangat tenang dan cerdas. Dia pendiam tapi kita punya banyak hobi yang sama. Jadi tidak terlalu sulit untuk menyatukan beberapa line topik pembicaraan.

Setelah hampir 6 bulan kita tak bertemu kita akhirnya bertemu di kampusnya. Dia masih sama seperti saat kita berpisah dulu. Saat ini dia sudah tak lagi bersama dengan kekasihnya. Anehnya rasa semacam jatuh hati itu masih bisa terasa sampai hari ini. Setiap kali aku mengingatnya, setiap kali aku merindukannya, aku selalu menganggapmu sebagai orang yang sudah lama meninggal. Mau bersikeras bagaimanapun kau takkan pernah bisa menemukannya seperti saat dia hidup dulu. Itulah caraku menghibur diriku. Aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh. Kau yang kini telah berbeda dengan dirimu yang dulu.

Meskipun kini sudah ada sosok orang lain yang mengisi hatiku, aku tetap punya tempat special di sudut hatiku dan tempat itu takkan pernah tersentuh oleh orang lain. Baik oleh pacarku bahkan oleh suami dari anak-anakku nanti. Andai kau tahu, aku selalu berdoa agar aku bisa mencintai oranglain sebagaimana aku mencintaimu selama ini… semoga kau selalu diberikan kesehatan disana. Dan soal ketahanan perasaan ini biarlah aku yang mengurusnya. Meskipun kau telah kuanggap tiada, kau tetap ada dan akan selalu hidup dalam setiap tulisan2ku dan semua ceritaku. Aku masih menyimpan lagu yang pernah kau berikan, aku masih menyimpan foto2mu, dan aku masih ingat makanan kesukaanmu, aku masih ingat warna favoritmu, dan penyanyi yang kau sukai. Bahkan aku masih menyimpan nomor lamamu dan masih ingat dengan hari lahirmu. Aku akan mengucapkan nya sebagai orang pertama. Aku merasa bersalah karena bahkan pacarku sendiri tidak pernah ku perlakukan seistimewa ini.

Advertisement

Diposkan oleh inka fertika