Ribuan hari telah kamu lewati, suka-duka selalu ada. Kesunyian terlalu indah, dan sepi masih setia menemani, namun kamu tidak pernah berhenti mencari cinta yang sejati. Mr. Right si belahan jiwamu yang masih dalam rahasia-Nya.

Kamu tidak akan menyerah walau berkali-kali Tuhan mempertemukanmu dengan seseorang yang bukan dia belahan jiwamu. Tapi kamu masih bisa berdiri tegak dan bangkit, lalu melanjutkan pengembaraan menuju kota ke kota lainnya yang bernama hati.

Ini tentang kamu dan ikhtiar hatimu, perjuanganmu untuk bertemu seseorang yang akan membahagiakanmu dunia-akhirat.

Cinta yang sebenar-benarnya cinta? Sudah barang tentu perjalanan hatimu tidak mudah, kamu harus melewati hutan rimba harapan, luasnya samudera penantian, mendaki gunung kesabaran paling tinggi, hingga perjalanan hatimu sampai pada tujuannya.

Perjalanan ini memang tidak mudah, akan ada banyak sekali kesulitan dan cobaan yang harus kamu hadapi. Dari jatuh bangunnya kamu akan kisah-kisah yang semu.

Advertisement

Mungkin di persimpangan jalan, kamu akan menghadapi kendala-kendala semacam tersesat di hati orang yang salah, bahkan mungkin juga kamu terjatuh dan terjatuh lagi, berkali-kali terluka namun keyakinannmu akan dia belahan jiwa menguatkan hatimu. Cinta yang sejati itu nyata dan ada! Kepercayaan menguatkan langkahmu untuk kembali melanjutkan perjalanan hati.

Menunggu adalah pilihan yang tepat. Daripada kamu menghabiskan waktu dengan orang yang salah.

Jodoh itu memang benar di tangan Tuhan, tapi jika kita tidak mengupayakannya, kamu tidak mau berjuang bahkan enggan bersaing memilikinya, sampai kapanpun Tuhan tidak akan memberikannya padamu. Karena Tuhan tidak akan memberikan nikmat-Nya sebelum kamu benar-benar terlebih dulu berjuang. Tentu saja hal itu di bungkus yang rapi dan dengan niat tulus, serta ikhlas,

Kesendirian akan membuatmu menjadi pribadi yang mandiri, lebih suka diam namun banyak belajar, fokus dengan kesibukan dan kegiatan. Kamu bebas dengan kesendirian dan biarkan sepi menjadi lagu terindahmu pada hatimu hati.

Dan kepada siapapun kamu yang saat ini sedang dalam penantian: yakini harapanmu walau rasanya sangat pedih dan pahit. Percayalah dia yang tepat sedang menujumu, dia akan hadir bukan hanya sekadar singgah namun kehadirannya untuk menetap bersamamu dan menghabiskan sisa umurnya denganmu.

Namun harapan tersebut harus di barengi dengan memantaskan diri dan jadilah yang terbaik dan satu-satunya di hati puajaan hatimu.