Kepada kamu yang tak ingin menyerah,

Tulisan ini untuk kamu.

Kamu tidak usah berpura-pura baik. Saya tahu apa yang kamu inginkan. Dari awal saya sudah tahu. Saya dan kamu, kita tidak berbagi cinta yang sama. Mohon kamu garis bawahi pernyataan saya. Seberapa besarpun kamu menginginkannya, dia saat ini menjalani komitmen dengan saya.

Bukan saya yang merebutnya. Kamu yang membuatnya pergi dari sampingmu. Lalu mengapa kamu kembali lagi?

Kamu, masa lalu. Apa tidak puas dengan dirimu sendiri dan masa lalumu? Pergi dan menyerahlah! Dia tidak menginginkan kamu lagi. Takdir datang kepada saya, membawa seseorang yang dilukai masa lalunya. Salah saya jika peluk ini terasa begitu menyembuhkan untuknya? Salahmu melukainya. Salahmu membuatnya terluka. Salahmu.

Advertisement

Lalu sekarang kamu ingin kembali lagi? Apa tidak malu?

Bukan saya yang merebutnya. Takdir datang membawanya yang dikhianati masa lalunya. Lalu, sampai kapan kamu tidak ingin menyerah? Silahkan lakukan semaumu, semampumu. Yang kamu inginkan sudah tidak menginginkanmu lagi.

Kamu pernah melukis binar di matanya. Kamu pernah membagi cerita bersamanya. Kamu pernah bermimpi membagi masa depan dengannya, Kamu yang pernah dipertahankannya mati-matian, tapi kamu mencoba melupakan bahwa itu sudah berakhir. Kamu mencoba melupakan bahwa kamu mengakhirinya. Dan dia saat ini bersama saya, kamu berusaha mengingkarinya.

Salahmu melepaskan dia, yang kau sebut pecinta terbaik. Salahmu, membiarkan dia terluka.

Maka jika suatu saat nanti kita bertemu muka, jangan berpura-pura kita tidak punya masalah. Kita punya masalah. kamu masalah itu.

Kepada kamu yang tak ingin menyerah,

Lakukan semaumu. Dia tidak akan kembali padamu.