Kepergianmu memang sempat menoreh luka dihati kecil milikku. Bagaimana tidak, melupakan kebersamaan denganmu yang pernah mengisi kekosongan hari-hariku bukanlah perkara membalikkan telapak tangan. Butuh ketegaran dan kekuatan ekstra untuk berduel dengan keegoisanku sampai batas kerelaan itu datang bertekuk lutut.

Masih ingat ketika pertama kali kamu sampaikan kabar gembira sekaligus berita duka untukku. Aku mencoba tersenyum didepanmu, sedapat mungkin kutekan setiap jengkal rasa sedih yang secepat kilat memenuhi rongga hatiku. Ada lubang dihatiku sekarang, bahkan mulai berdarah… Bagaimana aku bisa melepaskanmu, berpikir untuk itu saja aku tak sanggup, aku terluka, tapi itulah kenyataan yang harus aku terima sekarang. Sayang, kurelakan kamu pergi, kesana, ke negeri Sakura, yang akan membuat kita terpisah ribuan kilometer jaraknya, yang akan membuat kita saling merindui, tapi setidaknya, kita masih dibawah langit yang sama, masih dalam dimensi alam yang sama, dan masih menghirup udara yang sama.

Untukmu, sang pemilik hati, jalanilah hidup ini dengan langkah pasti, jangan toleh kebelakang karena aku takut kamu akan tercegat disana. Ingatlah ada aku disini yang mendukungmu, mempercayaimu dan menginginkan kebahagiaan dan impianmu terwujud. Walaupun aku berharap semua ini cepat berlalu seperti mimpi yang hanya singgah sebentar.

Biarlah rindu ini menyapa setiap hari-hariku, kupercayakan kamu pada Sang Semesta Alam, kudoakan kamu selalu dalam lindungan-Nya. Akan kujaga cintamu dengan kesetiaanku, hadirkan aku dalam setiap lantunan doa terindah yang kau panjatkan disetiap sujud panjang disepertiga malammu…. Aku rindu, kutunggu kau didepan pintu istana cinta kita….