Dia, lelakimu itu, egois dan keras kepala. Dia akan terus mendesakmu untuk makan meski kau bilang kau sudah kenyang. Dia tahu kau berbohong. Dia akan berkeras memberikan jaketnya untukmu meski kau bilang kau tidak merasa kedinginan. Dia tidak akan rela kau sakit. Dia akan bertandang ke rumahmu meski dia sedang tidak enak badan, karena dia tidak ingin kau merasa kesepian. Meski kau sudah bilang kau tidak kesepian. Dia egois dan keras kepala ketika mencintaimu.

Meski begitu, ingatkan dia untuk makan karena dia pun sering kali lupa. Dia lupa bahwa lambungnya lemah. Ingatkan dia untuk meminum obat maag ketika penyakitnya kambuh, seduhkan secangkir teh hangat untuknya, belai kepalanya dengan lembut. Ingatkan dia untuk tidak meminum terlalu banyak kopi. Ingatkan dia untuk memakai jaket karena dia rentan sekali masuk angin. Ingatkan dia untuk tidak tidur terlalu larut. Jadilah pengingat. Dia sering kali terlalu sibuk mencintaimu sampai lupa untuk mencintai dirinya sendiri.

Setelah harinya yang panjang dan melelahkan, dia akan menanyakan bagaimana harimu berjalan. Jawablah dengan jujur dan senang hati. Dalam suaramu, dia menemukan ketenangan. Berceritalah sementara dia memejamkan mata, terus bercerita sampai dia terlelap, biarkan dia tertidur dengan suaramu sebagai penutup harinya.

Dengarkan juga ceritanya, tanya bagaimana harinya. Biarkan dia membuatmu tertawa dengan gaya berceritanya yang berlebihan. Di hari Minggu, duduklah dengannya di beranda. Biarkan sepasang kaki kalian bersinggungan sementara kalian bertukar senyum dan tawa. Dengarkan dia bercerita tentang rencana-rencananya. Dia akan merencanakan banyak hal denganmu. Perjalanan ke sini dan sana, masa depan yang begini dan begitu. Amini, amini semua.

Dia lelaki yang tangguh dan angkuh, kau harus tahu itu. Dia tidak menangis kecuali menyangkut apapun tentang ibunya. Bahkan ketika kau mengancam untuk pergi sekalipun, dia akan menatapmu dengan tenang, kemudian tegas berkata, “Silakan saja.” Jadi, jangan sekali-sekali mengancam ingin pergi jika yang sebenarnya kau inginkan adalah tinggal lebih lama. Dia akan menerima kepergianmu dengan tubuh tegap dan hati yang lapang, karena, sungguh, dia lelaki yang tangguh dan angkuh.

Advertisement

Sesekali lepaskanlah egomu, susurkan tanganmu di tengkuknya yang kaku. Sentuh dia dengan lembut. Dia sekeras batu, tapi di tangan yang tepat dia akan jadi selembut kepakan sayap kupu-kupu. Bersabarlah. Kumohon, bersabarlah, dia lelaki yang sulit. Dia hanya butuh waktu dan rasa percayamu. Kumohon, bersabarlah.

Cintai dia lebih dari aku mencintainya. Hanya dengan itu aku bisa dengan tenang melepaskannya. Sekarang aku hanya bisa mencintainya lewat doa-doa baik, deretan semoga tentang kalian. Aku harap dia menemukan sebentuk kebahagiaan yang tidak dia temukan bersamaku. Aku harap kau adalah jawaban atas segala doa-doanya.