Terima kasih untuk waktu yang telah memberikan kesempatan untuk aku berjumpa denganmu. Meski sebentar aku bisa tahu betapa indahnya bersamamu dan aku tak bisa menahan rasa yang ada di dalam hatiku. Dia beriak seperti laut yang diterpa badai di pagi hari. Aku sangat takut apa yang kurasakan ini membuatmu tak mengerti karena begitu cepat aku mengatakan kata-kata indahku untukmu.

Tapi jujur aku katakan padamu semua ini adalah kata hatiku karena aku tak ingin jadi munafik untuk hatiku dan memendamnya di dasar hatiku. Bagaimanapun tanggapanmu tentang rasa ini memang beginilah yang aku rasa tanpa rekayasa. Karena saat pertama aku melihatmu mata itu telah menarik semua kisah suramku akan cinta. Mata itu menyinari relung hatiku yang kelam akan dusta sang betina yang dulu ku puja.

Seketika aku terbuai akan manja senyummu dan lucunya alunan suara kehidupan yang kau hembuskan semakin mengelitik hasratku ingin selalu dekat denganmu.Aku juga kamu berharap bisa merasakan sambut hangat kehadiranku di hidupmu.

Aku tak bisa berharap banyak bersamamu karena aku tahu kamu tak lama disini dan kapan akan kembali lagi kesini aku juga tak tahu. Aku hanya ingin bernegosiasi dengan waktu jika memang kamu yang membuat semuanya indah di hatiku aku ingin waktu memberikan kesempatan untuk kita bertemu kembali lagi di sini di kota ini dan jika kita tak bertemu lagi kamu akan tetap ada disini di hati ini sebagai kenangan terindah dalam hidupku.

Aku sempat berfikir entah kebetulan atau tidak kamu seperti doa dari panggilan hati ini yang dikabulkan oleh Sang Pencipta untuk menemaniku. Tapi aku tak ingin terlalu bermimpi sesuatu yang belum pasti dan itu aku tahu dari kamu. Dari sekian banyak mimpiku tak ada satupun yang jadi kenyataan tapi kamu adalah sesuatu yang tak pernah kutahu sbelumnya namun begitu nyata dan sangat indah kurasakan. Bukan aku terlalu mengagumi dan menganggapmu special tapi itu kenyataan yang hatiku terima saat aku di dekatmu dan aku berharap kamu tahu itu.

Advertisement

Dua hari bersamamu melewati perjalanan indah di kotaku aku seperti menemukan kawan baru namun seperti sahabat lama yang terpisah dan kembali bertemu. Kita begitu akrab dengan kata, tawa dan canda riangmu yang lucu. Tak ada sedikitpun ragu atau malu di hatiku setiap aku melihat matamu. Mata yang jujur mengatakan padaku bahwa kamu nyaman dan senang berada di dekatku dan itu yang membuat aku selalu tersenyum setiap menatap wajah ayumu. Kulakukan semua yang terbaik untukmu dan berharap selama kamu di sini bersamaku, kamu merasakan bahagia yang tak terlupakan di hidupmu karena kamu telah dulu membuat aku merasakan bahagia saat aku melihat senyum manis dari bibir tipismu itu

Sekarang waktu itu telah berlalu waktu di mana aku menemukanmu dan kita melewati perjalanan singkat yang menyenangkan. Hingga waktu begitu cepat berlalu dan kamu harus kembali pulang ke kota yang kamu sebut negeri kenyataanmu. Namun bagiku kamu tetap disini tetap tinggal di hati ini menemaniku menulis semua kisah indah tentang kita. Jika nanti kamu kembali lagi di sini aku akan menyambutmu dengan sejuta kerinduan seperti saat ini kurasakan.

Ternyata sepi yang kurasakan sebelum bertemu denganmu lebih sepi saat kamu kembali pergi meninggalkanku ke kotamu. Aku hanya berpesan kepadamu lewat tulisanku tetaplah seperti apa adanya dirimu dan yakin sesuatu yang indah itu akan datang dengan tiba-tiba. Bahkan tanpa kita minta dan aku tahu itu saat kamu hadir seperti kejutan yang indah bagiku.