Anggaplah aku adalah seseorang yang baru dalam hidupmu yang mendapatkan tempat di hatimu. Anggap saja begitu. Aku memaksa, sebab di kehidupanku engkau adalah begitu. Tidak ssembarang manusia memperoleh tempat di hatiku, apalagi manusia baru. Aku ingat sekali pertemuan pertama kali, kita asik membicarakan buku. Dan aku bahagia saat itu bahwa di tempatku bekerja aku menemukan seseorang yang memiliki obrolan sama pentingnya denganku. Kadang, kebanyakan manusia berbicara hal yang tak aku pahami sebab bagiku itu membuang waktu.

Namun, beberapa waktu ini suasana kantor menjadi sepi. Ada yang berbeda. Ada yang hampa dari kursi di sudut dekat pintu itu. Engkau telah pergi sebab suatu alasan. Baiklah, aku biarkan dalam pemikiranku bahwa engkau pergi. Bagiku, perpisahan sudahlah sangat umum walau berkali-kali ada yang nyeri dari hati. Tetap ada kehilangan yang tidak terkatakan. Dan aku memilih diam dalam merasakan kehilangan, hanya dengan kata ini aku bicarakan.

Tak usah khawatir, di tempatku bekerja aku mulai nyaman dengan beberapa penghuninya. Salah satunya adalah dia. Aku mulai nyaman dengannya, entah mengapa. Mungkin sebab jurusannya adalah psikologi dan dia bisa memahamiku, atau entah sebab aku memang nyaman dengannya, padahal biasanya aku membatasi diri dari manusia yang aku anggap dia tidak sejalan denganku. Aku kira engkau tahu siapa dia.

Air, saat menuliskan ini kopiku sudah dingin dimakan suhu AC. Hingga larut begini aku masih asik di kantor, sebab pulang ke kos hanya menemuan sekotak ruang dengan kesunyian yang menelanku. Aku sudah bosan dengan kesunyian yang membuatku mayat di dalam sendiri.

Air, surat ini hanya ingin berkisah tentangku saj, dan aku ucapkan……………………….

Advertisement

selamat……………….

hari………………………………

lahir………………………..

Selamat bertambah kuat, selamat bertambah mandiri. Selamat bertambah dewasa dan bijaksana, sebab di luaran sana dewasa adalah sesuatu yang mahal, dan bijaksana adalah sesuatu yang langka. Bahkan aku sendiri pun belum memahaminya, namun tiada salah mendoakanmu agar demikian.

Semoga tetap menjadi perempuan tangguh, sebab banyak juga di luaran sana para perempuan yang tdak lagi aku mengerti kodratnya sebagai perempuan. Padahal Ibu bangsa kita adalah seseorang yang begitu menghhargai perilaku. Namun sudahlah, aku tidak ingin membahas kekalutan dunia kita. Aku ingin membahas hari lahirmu.

Tidak ada kue, tidak ada lagu, tidak ada bunga juga ucapan, hanya lewat sebuah surel yang dapat aku berikan dengan setulus jemariku mengetik.

Di luar kantor sudah gelap, hanya kemacetan jalan yang nanti akan aku temukan. Kemacetan yang membuat pikirku semakin lelah dengan dunia yang sudah rapuh.

Terimakasih saja aku kepadamu sebagai seseorang yang pernah hadir dan memberikanku banyak pelajaran berharga. Salah satunya sebab kalimatmu itu aku bisa tetap bertahan di sini. Katamu " Tetap jalankan apa yang menurutmu adalah benar. dan sabar adalah cara lain Tuhan menunjukkan jalan yang lebih baik,"

Kupanggil egkau dengan air sebab engkau menenangkan, namun mampu menghanyutkan apa yang ingin kau hanyuutkan. Dalam pengertian bahwa engkau begitu tenang, namun kau mampu mewujudkan apa yang ingin engkau capai.

Berterimakasihku pada Tuhan telah mempertemukanku beberapa waktu lalu.

Selamat bertambah umur dan disegerakan menyelesaikan studi S2nya.