Sebenarnya, arti ibu itu apasih?

kalau menurut pribadiku, ibu itu merupakan sosok manusia yang sperti malaikat tanpa sayap, yang kapan saja dibutuhkan slalu ada. ibu juga sperti dokter yang setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun slalu menjaga dikala sakit, slalu menjaga dikala dalam bahaya, Tak ada kata lelah, tak ada kata letih demi memenuhi kebutuhan anak nya sekalipun dia terasa letih, tapi tak pernah menujukkan keletihannya kepada anaknya, yang berarti dia ingin didepan anaknya terlihat tegar.

Untuk kita yang terpisah diantara pulau yang berbeda, bolehkah aku merindukan mu?

Bahkan setiap aku mengingatmu, air mata tak sengaja jatuh dengan sendirinya membasahi wajahku. Foto yang berwujudkan wajahmu, selalu aku pandangin ketika aku merindukanmu. Bukankah jarak ini sangat menyiksaku? Apakah sama yang kita rasakan ketika saling merindu? Bolehkah aku menangis di pelukanmu, ketika rindu ini datang? Bolehkah kau hadir didepanku ketika aku membutuhkan mu? Kau selalu tak tampak sedih, ketika aku menelfon dan bercerita tentang merindukanmu, kau seolah olah tampak tegar ketika aku menangis merindukan mu, kau selalu bilang "anakku sayang, rindu ini akan terbalas ketika kau sudah menjadi orang, didalam doaku selalu ada namamu, aku amat sangat merindukan mu putri kecilku. Sudah hapus airmata mu, nanti kamu jadi sakit, tidak ada ibu disana yang menjagamu. Ibu sayang kamu"

Bukankah sebagai anak aku selalu menyusahkan mu?

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, dan kau pun semakin menua. Kekuatan badanmu seakin melemah. Begitu juga dengan aku, yang semakin hari bertambah dewasa. Dan aku pula yang semakin menusahkanmu. Untuk itu, beribu maaf ku sampaikan untukmu ibu. Kalau diukur dengan jalan, budi baikmu mungkin telah mencapai beribu kilometer. Tapi tak semeterpun bisa ku balas itu. Tapi apa ibu tau rasa kecewa ini semakin membunuhku ketika ku dengar engkau menangis karena mencemaskan keadaanku dari jarak kita? apa pantas ibu menangisi keadaanku, sementara sedikitpun aku tak bisa membalasa kebaikanmu. Sungguh mulia hatimu, malaikatku 🙂

Bolehkah aku iri kepada mereka yang seatap dengan ibunya?

Memang sangat berat ketika terlalu merindukan belaian seorang ibu, dengan memandang foto saja mungkin itu tidak cukup bagiku. Ingin rasanya setiap hari, setiap detik melihat wajah ibu, melihat senyumku, sebagai pengganti atau pengobat ketika capekku datang sehabis pulang kerja. Namun yang ku dapat, ibu tak berada disampingku, ibu tak seatap denganku. Setiap awal bulan, teman teman ku selalu update status "Shopping with momsky, disertai gambar mereka" lalu aku apa???? Tuhan, slaahkah aku iri kepada mereka? Tuhan salahkah aku menginginkan nya disini? Namun apa arti jarak kami ini?? Yang paling terberat bagiku, ketika dalam keadaan sakit yang harus berjuang sendiri menyembuhkan diri tanpa ada ibu disamping. Tuhan mengapa aku begini, begitulah yang terlintas difikiranku. Namun semangat ibu slalu menyertaiku, aku bangkit, dan aku kuat.

Untukmu yang terpisah dariku, ketauhilah aku sangat menyayangimu dan mengagumimu sebagai malaikat terindahku

Melebihi seperti mutiara kasih seorang ibu kepada anaknya. Tak pernah ada sedikitpun kata menyerah, kata sedih didalam hidupnya. Orang yang sangat pandai ketika berakting, orang yang sangat ahli dalam menyembunyikan sesuatu. Orang yang dibelakangku selalu menangis, orang yang dibelakangku selalu berbohong kalau dirinya sedang terjadi suatu masalah. Ibu? Sungguh tegar dirimu. Apa nantinya aku bisa sepertimu yang selalu tersenyum ketika seluruh dunia menikamku? Apa nantinya aku bisa setegar jiwamu ketika robot atau monster hendak menginjakku? Apa nantinya aku bisa berpura pura baik ketika batu bata mengenai badanku? Oh ibu, aku ingin seperti engkau yang tiap hari diliputi senyuman manis.

Jangan sakit, jangan menyerah, jangan bersedih. Tunggu aku, tunggu kebahagiaan itu milik kita ibu :')

Advertisement

Memang dari setiap anak sangat menginginkan nantinya bisa berbahagia bersama orang yang ia sayang, terutama ibu. Mungkin kalau ada kata diatas sangat menginginkan akan aku ungkapkan. Aku lebih sangat menginginkan ibu bisa turut berbahagia karena keberhasilanku, ibu bisa mencicipi hasil keringatku, ibu bisa seatap lagi denganku. Keinginan yang sangat sederhana, namun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menuju proses hasilnya. Disetiap sujudku, aku selalu meminta kepada Tuhan, untuk memanjangkan umur ibu, tunggu sampai aku membahagiakan nya baru bisa ia engkau panggil. Semangat yang melebihi 45 aku lakukan karena ibu. Terkadang memang rasa jenuh muncul, terakdang memang rasa ingin menyerah hadir, namun aku ingat ibu yang sedang menanti, ibu yang bertahan sakit karena ingin aku sukses. Untuk itu Ibu, tetaplah kuat, tetaplah berdiri diatas batu sana, tunggu sampai aku menggendong mu kembali melewati sungai itu. Bersabarlah, karena semua akan indah pada waktunya. Tetap cerialah, karena aku sangat tak menginginkan air mata jatuh membasahi wajah cantikmu. Aku disini untukmu, aku disini untuk kebahagiaan kita wahai malaikat hatiku, aku mencintaimu seumur hidupku, engkau surga bagiku :*