Entah karena bersamamu terlalu nyaman atau memang terlalu sebentar.

Bagaimana? Bagaimana mencintai?

Bahkan!

Aku sendiri lupa mencintai, saat setiap hari ku lalui dalam cintamu. Setiap membuka mata aku telah jatuh berada dalam cintamu.

Aku bahkan tak pernah berfikir mencari yang lain, berspekulasi kemungkinan terburuk dalam hidup kehilanganmu dengan cara seperti ini.

Mungkin, jika kamu pergi dengan perempuan lain, aku takkan sesakit ini. Aku bahkan bisa membalasnya langsung! Balas dimuka!

Tapi! Ini bukan kehendakmu dan kehendak kita. Rasanya seperti ditampar kenyataan, tau bahwa hari-hari terberat ku lalui sendiri. Belajar mengerjakan semua pekerjaan yang awalnya berdua kini jadi sendiri.

Aku bahkan lupa, bagaimana menjadi baik, berpura-pura manis untuk mendapatkan penggantimu. Saat denganmu aku bebas jadi diriku yang memalukan dengan ribuan kekurangan.

Aku lupa, bagaimana berbaik hati untuk mendapatkan hati orangtua lain, saat denganmu kamu berhasil meyakinkan beliau, kamu nyaman bersamaku.

Aku tidak peduli, sejelek apapun kamu, berapa banyak kekuranganmu. Sedangkan bersamamu aku bahkan merasa dunia di tanganku. Aku harus memulai dari mana jatuh cinta, saat bersamamu aku jatuh cinta berkali-kali, jatuh cinta setiap kalinya dari tutur kata, tingkah laku, perbuatan bahkan aku jatuh cinta pada kekurangan konyolmu.

Apa benar? Akhir adalah awal yang baru. Mungkin ini disebut kamu harus keluar dari zona yang nyaman untuk kenyamanan yang lebih baik.

Aku merindukanmu lebih dari butiran pasir dipantai .

Aku menyayangimu seperti karang pada ombak meski ombak menghantamnya ribuan kali.

Aku mencintaimu sesederhana aku selalu mendoakanmu.