Aku melihatmu sedang menjahit lagi kepak kebahagiaanmu yang patah.

Disana ada patahan-patahan luka yang membuat kepak cantikmu menjadi patah dan tak bisa menerbangkan bahagiamu pada puncak semesta..

Kau mencari benang-benang dijarum jam, kau menunggu waktu agar tak melambat, sebab patahan kepak bahagiamu tak ingin terlalun lama rapuh dijajah oleh waktu.

Duhai, pencari bahagia.

Sudahi semua lukamu dengan menerbangkan kepakmu, meski tak akan sama seperti dulu, meski ada bekas ataupun jahitan itu terlihat, jangan pernah ragu untuk terbang meraih bahagiamu kembali.

Advertisement

Biarlah kepakmu yang indah menjadi bagian masa lalu, biarlah kepakmu yang dulu menjadi lembaran-lembaran cerita yang akan menjadi halaman buku hidupmu.

Untukmu, Jangan pernah kau menghitung luka yang orang lain torehkan padamu, Biarkan mereka berurusan dengan TUHAN. pun dengan menghitung bahagiamu, sebab kepak-kepak bahagiamu adalah bilangan yang tak akan pernah akan ada habisnya untuk dituliskan hanya dengan angka-angka.

Percayalah, Bahagiamu adalah garis hidup yang tak akan pernah terpatahkan oleh luka,

Ketika kepakmu patah, mungkin keyakinan pada diri sendiri akan memudar, tapi disaat keyakinan bahagiamu mulai terhapus, sisakanlah kepercayaan dan keyakinanmu pada Tuhan, setidaknya saat kau yakin pada Tuhan, maka tangan Tuhan yang akan bekerja untuk membuat patahan lukamu menjadi oase baru untuk bahagiamu.

Biarkan lukamu patah, asal keyakinanmu untuk bahagia tak patah.

Sebab pada hati yang patah akan ada kepingan bahagia yang menyatukan hatimu yang tak utuh. Jangan Memelihara benci, sebab kebencian hanya akan membuat hatimu tak akan pernah bisa menemukan arah pulang pada kebahagiaan.Dendam pun tak bisa kamu pupuk, sebab dendam akan tumbuh menjadi pesakitan, terpenjara abadi dalam ruangan hatimu.

Tak usah kau membayangkan luka masa depan apa yang akan kau rasa nanti, menghitung kemungkinan luka dalam airmata yang datang tiba-tiba tanpa permisi. Percayalah, Tuhan begitu mencintaimu, hingga dia memberi kepak yang patah, agar kau mempunyai sayap terindah.

Duhai, Penikmat Syukur.. Terbangkanlah sayap-sayap ikhlasmu agar kepak-kepak bahagia bisa tinggi menerbangkan senyummu pada cakrawala semesta.

Biarkan dendammu terhapus dengan jahitan doa, karena Tuhan tahu jika kepakmu yang patah itu adalah sayap bahagia yang akan pulang menujumu.