Kita pernah berjanji, berkomitmen, untuk saling setia tanpa menyakiti salah satunya. Tapi hari ini aku tertipu lagi, aku tersakiti lagi oleh mu dan ntah untuk kesekian kali nya. Ketika kau kehilangan pekerjaan ada aku disampingmu, mendukungmu, memihakmu, semua kulakukan hanya untukmu. Tidak pernah terbesit sedikit pun dipikiranku untuk meninggalkanmu saat kau kehilangan pekerjaan mu.

Maaf, maaf, dan maaf kah yang mampu kau ucapkan kepadaku? Apakah hanya maaf yang bisa ku dengar dari bibirmu, namun perubahan sikapmu tidak aku lihat.

Orang tuamu sudah seperti orang tuaku sendiri, beliau yang menggantikan posisi ibu kandungku di tanah rantau ini, melihat beliau rasa rinduku terhadap ibu kandungku terobati. Ibumu saja memperlakukan aku layaknya seperti anak kandungnya sendiri, kenapa kau memperlakukan aku seperti ini, setega ini, dan sejahat ini?

Kejujuran ku kau balas dengan kebohonganmu. Kebohongan-kebohongan yang ada dihubungan kita tidak akan pernah pudar. Kebohongan tetaplah kebohongan. Hubungan yang diawali kebohongan maka akan ada kebohongan selanjut nya dan seterusnya.

Kapan aku bisa tersenyum melihat kejujuran dari hati mu yang paling dalam? Kapan aku bisa melihat kejujuran di matamu? Ketika aku meyakinkan mulutku untuk mempercayaimu, namun hatiku bertolak mengatakan bahwa aku tidak bisa mempercayai mu lagi.

Advertisement

Bagai serpihan kaca yang tidak bisa kita satukan lagi menjadi utuh, seperti itu hancurnya kepercayaanku.

Aku berusaha untuk mempercayaimu demi hubungan kita, demi cinta kita, tapi hati terus menolaknya. Hati yang perih mengatakan bahwa kau bukan yang terbaik untukku setelah kau menyaktiku.

Harus kah aku melambaikan bendera putih, menandakan aku menyerah dengan hubungan ini? Haruskah aku mengucapkan selamat tinggal kepadamu walau sebenar nya ini juga berat? Haruskah aku juga akan berpisah dari ibu angkat ku di tanah rantau ini? Haruskah aku lakukan semua itu untukmu?

Tapi demimu, demi kebahagiaan mu, demi kenyamananmu aku harus bertentangan dengan hati ku, aku merelakan mu untuk pergi bersama yang lain, aku harus meninggalkanmu walau sebenarnya aku tidak menginginkan ini. Aku di sini selalu mendukungmu, mendoakanmu agar kau menemukan kebahagiaanmu diluar sana.

Salam sayang

Wanita yang engkau sakitin