Hari kedua di Bali setelah menyaksikan Tari Barong, pantai pertama yang akan kita kunjungi selama di Bali, Tanjung Benoa. Sesuai saran guide hari kedua ini kita rencanakan akan bermain air di pantai. Karena dipastikan akan basah-basahan, maka kita mempersiapkan membawa pakaian ganti. Walaupun pada akhirnya baju ganti yang saya bawa pun tak terpakai hingga malam hari diakhiri menonton Tari Kecak. Percuma ganti pakaian setelah basah-basahan, selang beberapa menit kemudian sampai di pantai berikutnya. Kemungkinan pakaian saya mengering dengan sendirinya perpaduan antara angin laut dan AC mobil.

Perjalanan menuju Tanjung Benoa lumayan padat dikarenakan banyaknya para wisatawan yang ingin mengunjungi pantai yang terkenal dengan olahraga airnya itu. Jalan menuju Tanjung Benoa agak sempit sehingga kita sedikit mengalami kemacetan. Faktor libur akhir tahun juga mempengaruhi padatnya perjalanan menuju tempat-tempat wisata favorit di Bali.

Pantai Tanjung Benoa ini berlokasi Kuta Selatan kabupaten Badung. Di sepanjang jalan banyak spanduk-spanduk yang menawarkan fasilitas olahraga air yang banyak diminati oleh para wisatawan. Selama di perjalanan kita sibuk memilih akan bermain permaninan air jenis apa nantinya, tapi yang tak kalah seru adalah saat memutuskan berani atau tidak bermain air ditengah-tengah hamparan air laut. Sepertinya ditempat ini adrenalin kita di tantang untuk mencoba olahraga air.

Pantai Tanjung Benoa merupakan pantai yang aman untuk melakukan kegiatan olahraga air atau watersport baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai pukul 09.00 hingga pukul 15.00, karena setelahnya air akan surut sehingga tidak bisa digunakan untuk berolahraga air.

Harga untuk fasilitas permainan air ini pun terbilang tidak murah untuk setiap permainan hanya 15 menit. Mereka akan menawarkan paket-paket permainan dengan harga Rp.250.000 hingga Rp.750.000. Permainan yang ditawarkan pun beragam semakin ekstrim suatu permainan maka akan semakin mahal pula harganya.

Advertisement

Setelah bernegosiasi masalah harga akhirnya kita memutuskan untuk menyewa jetski dan rolling donuts yang ditarik kapal. Saya memberanikan diri untuk mencoba jetski untuk pertama kalinya bersama guide sportwater tentunya. Seperti mengendarai sepeda motor tetapi gasnya bukan diputar tapi menyerupai tombol yang dipencet. Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, agak aneh.

Mengelilingi pantai dengan mengendarai jetski merupakan pengalaman yang mengesankan karena saya memiliki ketakutan terhadap air yang berlebihan. Setelah bermain jetski, kita menuju ke permainan kedua yang lebih menantang yaitu ban berupa bentuk donat berisi empat orang yang akan ditarik oleh kapal.

Awalnya menikmati semilir angin pantai tapi lama-lama kapal membawa kami menuju tengah laut dengan ombak yang menerjang donat kami dengan kencangnya. Teriakan kami tak tertahankan ketika kita menerjang ombak yang melawan arus donat, antara melawan rasa takut dan keseruan yang menyatu mungkin ini yang dinamakan adrenalin.

Hal yang menakutkan adalah saat terombang-ambing diterjang ombak, kita bisa saja terlempar ke laut karena kita tidak menggunakan tali pengaman hanya berpegangan pada donat dan pelampung di badan kita. Setelah menahan rasa takut dan lelah berteriak selama mengelilingi lautan akhirnya kita menapakkan kaki di pantai. Lega rasanya melihat daratan pantai dengan pasir putihnya.

Selain jetski dan rolling donat, permainan air lainnya yang kekinian dan sedang ngehits yaitu flying board karena seringnya muncul ditayangan televisi. Flying fish sensasi terbang seperti layang-layang di atas pantai yang ditarik oleh kapal. Seawalker, parasailing, diving, banana boat dan masih banyak lagi olahraga air yang bisa kita mainkan jika mengunjungi pantai di Tanjung Benoa. Menikmati olahraga air di pantai Tanjung Benoa memiliki keseruan dan sensasi adrenalin yang berbeda-beda. Ketakutan memang harus dilawan, setidaknya kita pernah mencoba untuk melawan segala batasan dalam diri kita.

Pantai kedua yang kita kunjungi setelah berbasah-basahan di Pantai Tanjung Benoa yaitu Pantai Pandawa. Pantai pasir putih ini berada di Kuta Selatan Kabupaten Badung. Pada awalnya pantai ini disebut pantai rahasia karena hamparan pasir dan birunya laut tertutup oleh tebing-tebing batu kapur yang menjulang tinggi.

Karena keindahan pantai ini, pemerintah daerah berinisiatif membuka jalan dan infrastruktur menuju pantai agar bisa dilalui oleh pengunjung yang akan menikmati pesona pantai rahasia ini. Untuk memanfaatkan kekokohan tebing-tebing batu kapur tersebut, dibuat lubang-lubang pada tebing untuk menempatkan patung pandawa lima. Oleh karena itu, saat ini lebih dikenal dengan Pantai Pandawa.

Pada awalnya pantai ini masih sepi dan baru dibandingkan dengan Pantai Kuta. Tetapi karena banyaknya pengunjung yang melakukan pengambilan gambar untuk kerperluan komersial acara televisi, pantai ini sekarang menjadi terkenal dan merupakan destinasi favorit wisatawan. Tiket masuk menuju kawasan Pantai pandawa ini berkisar sepuluh ribu rupiah.

Sepanjang jalan menuju kawasan pantai, kita akan ditemani dengan tebing-tebing batu kapur nan kokoh. Setelah memasuki area pantai, banyak dijumpai tenda-tenda payung yang disewakan untuk berjemur atau sekedar bersantai beserta kursi malasnya.

Ombak di Pantai Pandawa ini cukup tenang cocok untuk bermain kano yang banyak disewakan oleh penduduk sekitar. Pantai ini cukup aman bagi anak-anak untuk berenang, di samping ombaknya yang tidak terlalu besar, air lautnya pun jernih. Tidak terlalu lama kita berada di pantai Pandawa ini, karena kita masih ada beberapa destinasi yang akan kita kunjungi hingga malam hari. Semakin penasaran keseruan dan keindahan apalagi yang akan kita temui hari kedua di Bali ini.

Perjalanan selanjutnya menuju Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung. Selama diperjalanan kita sempat tertidur karena selama di Bali kita hanya tidur tidak lebih dari empat jam karena begitu padatnya destinasi yang ingin kita kunjungi. Setelah terbangun dari tidur ternyata kita telah sampai di Pantai selanjutnya yaitu Pantai Padang.

Pantai ini hampir mirip dengan pantai Pandawa yang tak terlihat karena tertutup tebing. Tetapi pantai Padang ini tidak membuka jalan menuju pantai seperti Pantai Pandawa. Untuk menuju pantai Padang ini, kita harus melewati lorong seperti goa dengan anak tangga yang cukup curam dan sempit. Saking sempitnya, kita harus bergantian menuruni anak tangga dan tidak bisa berpapasan dengan pengunjung lain dari arah sebaliknya.

Pantai ini cukup membuat pengunjung penasaran, karena perjalanan menuju pantainya yang cukup unik dan tak mudah. Tapi setelah menuruni anak tangga, kita akan disambut oleh pasir putih, batu karang besar di tengah pantai dan jernihnya air laut. Pantai ini tidak seramai pantai Kuta maupun pantai Pandawa, karena jarang wisatawan yang menggunakan bus rombongan mengunjungi pantai ini.

Kebanyakan yang mengunjungi pantai ini adalah turis mancanegara yang ingin menaklukan ombak dengan berselancar atau sekedar berjemur. Kita bisa menikmati pantai padang ini dengan berjalan kaki menelusuri lembutnya pasir putih, sambil menikmati semilir angin dan gemuruh ombak. Kita juga bisa memandang hijaunya pepohonan rindang diatas tebing membuat mata ini semakin betah untuk berlama-lama menikmati pantai ini.

Pantai padang ini menjadi sangat terkenal dikalangan turis mancanegara karena beberapa tahun yang lalu salah satu artis Hollywood pernah melakukan pengambilan gambar untuk sebuah film yang berjudul Eat, Pray, Love di pantai ini. Dan juga musisi Michael Learn To Rock juga pernah mengambil gambar untuk salah satu video klip lagunya dengan pemandangan Pantai padang ini. Tidak cukup lama juga berada di pantai ini, karena kita bergegas mengejar sunset menuju pantai Uluwatu untuk menyaksikan tari Kecak.