Zeze, seorang gadis cantik yang imut nan periang. Semua senang berteman dan bersahabat dengannya. Hari-hari ia habisi dengan bersekolah, organisasi, membantu kedua orang tuanya di rumah dan melakukan kegiatan lainnya. Zeze pertama kali mengenal dan memasuki dunia percintaan or "Falling in Love" ketika ia duduk di kelas 2 SMP. Masa-masa pacaran masih dijalani dengan surat menyurat tanpa bertemu, dan jika Zeze lewat di depan rumah si pujaan hatinya. Zeze dan sebut saja Herman hanya tersenyum-senyum malu. 

Namun, hubungan mereka tidaklah berjalan lama dikarenakan Zeze memutuskan Herman dengan alasan hatinya bukan untuk Herman, melainkan untuk Ariyan. Seorang lelaki yang mencomblangkan Zeze dan Herman. Ketika Zeze duduk di  kelas 1 SMA, Zeze kembali menjalin hubungan dengan seorang lelaki manis nan sederhana namun kali ini usianya muda satahun dari usia Zeze. Lelaki manis itu bernama Ris.

Seorang lelaki yang alim banget, katanya. Namun hubungan itu tidaklah berjalan lama hanya sekitar beberapa minggu saja diakibatkan keluarga Zeze yang suka mengejek Zeze dikarenakan berpacaran dengan lelaki yang usianya lebih muda dari Zeze. Tak lama kemudian, Zeze mulai membuka kisah cintanya lagi dengan seorang pria idaman yang telah lama di kaguminya dari jauh. Ia bisa mendapatkan kontak lelaki itu dari temannya di kelompok “Pecinta Alam”.

Terjalinlah hubungan itu antara Zeze dan Aal. Aal seorang mantan anak “punk” yang suka mabuk-mabukan dan nongkrong di samping jalan. Namun, lagi-lagi hubungan itu kandas. Diakibatkan selama pacaran Zeze selalu saja menangis, hidup Zeze serasa berada di dalam neraka. Hampir setiap malam Zeze tidur sambil mengigau, dan ketika Zeze jatuh demam air matanya tidak berhenti menetes bahkan ketika ia tertidur.

Orang tua Zeze saat itu dipenuhi oleh rasa khawatir tingkat dewa. Ketika menjalin hubungan dengan lelaki yang satu ini Zeze mulai menderita penyakit cutter. Sebuah penyakit psikis yang hanya bisa lega dan merasa tenang dangan melukai anggota badannya sendiri sehingga mengeluarkan darah. Zeze juga menderita penyakit psikis berupa trauma. Dapat diartikan dengan ketakutan berlebihan terhadap suatu hal atau kejadian sehingga tubuh menjadi bergetar, berkeringat dan merasakan sakit seperti kesentrum.

Advertisement

Zeze hampir di opname di rumah sakit dikarenakan banyak kehilangan darah akibat terus menerus menyayat jari-jari mungilnya. Hemoglobin Zeze hanya 7 koma. Namun, dengan ketekunan dan kasih sayang tulus dari sang bunda memberikan Zeze asupan terbaik berupa hati sapi, telur ayam kampung, susu, madu dan bayam merah. Zeze tidak jadi di opname di rumah sakit, karena hemoglobinnya telah kembali normal hanya dalam jangka waktu satu minggu. Setelah putus dari Aal, Zeze menjalin hubungan lagi dengan Iday.

Seorang lelaki yang hidup dari keluarga yang tidak beraturan. Kehidupan masa kecil dan masa lalunya sangat pahit dan keras. Silsilah keluarga yang diselimuti dengan cerita dongeng dan sifat yang keras. Iday sering kelahi, bekas pemakai narkoba jenis sakau, pemabuk dari SD, bekas penjudi, anak geng motor. Hubungan Iday dan Zeze menjadi hubungan yang paling lama bertahan sekitar 2 tahun 6 bulan 16 hari.

Dalam jangka waktu selama itu, Zeze merubah Iday menjadi sosok yang baik dan melepaskan semua sifat dan tabiatnya di masa lalu itu. Tak disangka, mereka berdua putus tanpa penjelasan. Namun Zeze sudah benar-benar menganggap bahwa Iday bukan pacarnya karena Iday telah selingkuh dan Zeze mengetahuinya setelah 6 hari kemudian. Zeze merasa begitu hancur. Zeze drop bukan kepalang, sakit, dan nafsu makan terganggu. Berat badan Zeze turun 4 kg. Dari 50 kg menjadi 47 kg.

Kini, sudah 2 bulan 6 hari Zeze menjadi seorang jomblo. Zeze selalu menjalani hari-harinya dengan penuh tanya, mengapa ia dipertemukan dengan lelaki-lelaki yang selalu menghancurkannya dan menghapus senyum di wajahnya. Setiap detik Zeze selalu bertanya, dimana kurangnya dan salahnya Zeze sebagai seorang wanita atau pasangan. Zeze sebenarnya adalah gadis supel yang sederhana, sedikit tomboy dan berteman dengan siapa saja. Meski tomboy Zeze juga sedikit cengeng, pekerja keras, giat dan tekun dalam belajar dan bekerja.

Zeze sangat mandiri, jujur, setia dan memberikan kebebasan pada kekasihnya. Zeze tidak suka diatur dan dikekang, sehingga ia juga tidak pernah mengatur dan mengekang kekasihnya. Suatu hari ada seorang teman Zeze yang berkata dengan penuh makna dalam kalimat singkat yang sederhana “Allah memisahkanmu darinya, karena Allah tau bahwa dia bukan pendamping yang terbaik untukmu”.

Zeze tetap tersenyum dan menjalani hari dengan senormal mungkin. Zeze mencoba mengacuhkan perasaannya pada siapapun, dan Zeze masih takut dan belum siap untuk berkomitmen dan menjalin hubungan dengan siapapun lagi. Zeze hanya percaya pada satu hal “kelahiran, jodoh, rejeki dan kematian telah Allah atur dan takdirkan dengan sangat baik dan sempurna”. Tidak ada sedikitpun keraguan lagi pada Allah.

Dari semua luka, duka dan air mata itu, Zeze mendapat banyak pelajaran, pengalaman, kisah dan kekuatan serta ketabahan yang semuanya bersatu dalam selimut keikhlasan. Zeze tumbuh dan berkembang dengan penuh pengalaman. Sehingga di masa depan, ia akan mampu menyelamatkan banyak orang dan memperkecil luka yang harus dihadapinya.