Dia adalah sosok pria yang nampak dingin di luar namun hangat di dalamnya. Tapi selalu saja ada batas yang membuat orang-orang ragu untuk mendekatinya. Entah seperti apa lagi dirinya, tapi entah mengapa aku begitu sangat menyukainya. Dalam diamnya, ia mampu membuatku terpikat dan membuatku semakin jatuh cinta padanya. Ia sosok pria yang berbeda yang mampu membuatku memendam perasaan ini.

Sebelumnya aku tak tahu apa maksud dari perasaanku ini. Awalnya aku hanya penasaran dengan dirinya hingga sampai akhirnya aku menyadari bahwa aku menyukainya. Namun, seribu sesal menghampiriku, Ia begitu sulit untukku raih ataupun untuk aku miliki. Ia bersinar begitu indah, membuatku semakin sulit untuk menggapainya. Hari demi hari rasa ingin menyerah pun mulai menghampiriku, namun entah mengapa pikiran dan hatiku seakan bertolak belakang. Logikaku memaksaku untuk melupakannya dan berpaling mencari yang lain, tetapi hatiku pun memaksaku untuk bertahan karena perasaan sayang yang sudah terlanjur sangat dalam. Sejauh ini aku berusaha membuang rasa maluku sebagai seorang wanita yang ingin berusaha lebih jauh mengenalinya dan berusaha untuk dekat dengannya.

Aku tidak peduli seperti apa dirinya, bagaimana sikap dan sifatnya yang aku tahu saat ini aku menyukainya dan akan terus menyukainya. Dan saat ini pun aku hanya bisa bersabar menanti serta menunggunya sampai aku benar-benar lelah. Apa ini sulit untukku? Tentu saja, tapi aku harus tetap sabar dan sabar serta menerima apapun kenyataan di hari berikutnya karena aku tahu tak semua perasaan itu mendapatkan balasan.

Terkadang beberapa pertanyaan sering menghantui diriku.

“Seperti apa wanita yang kau sukai?”

“Siapa wanita yang beruntung mendapatkan perhatianmu?”

“Apa aku tak pernah terlihat ada dan nyata untukmu?”

Pertanyaan itu selalu memenuhi otakku dan aku pun ingin sekali mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan itu dari dirinya langsung bukan hanya sekedar perkiraan dari hati maupun pikiranku.

Pernahkah aku berfikir untuk memilikinya? Tentu saja pernah, tapi aku tak ingin memaksakan sebuah perasaan. Memiliki tanpa dicintai itu adalah hal yang paling menyedihkan dan sekaligus hal yang paling menakutkan untukku. Melihatnya bahagia tanpa harus aku miliki itu saja sudah membuatku senang walaupun terasa menyakitkan tapi aku sadar cinta itu tidak egois.

Jadi biarkan semua cerita ini mengalir apa adanya. Biarlah ia hadir dalam setiap mimpi indahku dan menemani setiap khayalanku. Biarkanlah rasa ini menjadi rasaku yang tak sepenuhnya harus menerima pertanggungjawaban darinya dan biarkan juga cinta terpendam ini tetap hadir menghiasi setiap langkahku dan tetap melekat dalam ketetapan hatiku. Dan yang terpenting bagiku adalah aku bisa melihatnya setiap hari dan bisa melihat senyumnya meski senyumannya itu bukan tertuju untukku.