Lamunanku sore ini membuatku ingin sekali berandai-andai. Jika saja alam dapat berbicara kiranya kuingin bercerita tentang suka duka yang ada. Tentang kerasnya kehidupan, tentang kebaikan bahkan pengkhianatan. Banyak dari kami manusia khusunya tak pernah menghargai alam. Walau kita tahu banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari alam.

Aku ingin belajar pada pepohonan, bagaimana bisa ia tetap berdiri tegak walau ranting, dahan, bahkan batang yang selalu ditebang. Bagaimana ia tetap selalu tumbuh tanpa sedikitpun mengeluh. Bagaimana bisa ia selalu ikhlas memberi walau selalu disakiti oleh kami yang diberi. Yang kusuka pada pepohonan, adalah ilalang yang selalu menyambutku datang. Yang melambai seakan gembira akan kedatanganku.

Aku ingin memeluk angin, merajuk memintanya mengajakku terbang. Sampai tinggi melihat keindahan alam yang membuat senang siapa saja yang memandang. Memberi kesejukan pada siapa saja yang merasakan. Memberi ketentraman bagi yang dilanda gundah. Walau terkadang angin pernah membuat para manusia murka dengan topan. Namun ku yakin angin juga membantu dalam berbagai aspek kehidupan.

Ingin sekali ku berbicara pada hewan-hewan. Dapatkah ia mengajariku arti berkawan? Dan tak pernah menyerah walau dihadang lawan. Tetap berkembang biak untuk mendapatkan keturunan. Dan tetap tegar jika sanak saudaranya dimangsa lawan.

Aku tak pernah bosan kala memandang langit. Walau banyak masalah rasanya tak pernah sedikitpun sulit. Karena ia memberikan keindahannya tak pernah pelit. Seperti halnya awan yang menggumpal, menggulung hingga melilit. Tak pernah merintih kala ia harus habis karena hujan walau ku rasa itu sedikit sakit.

Advertisement

Tak pernah kulihat apapun sebening air. Seakan menari melamabai-lambai hingga jatuh mengalir. Mengalir dari hulu hingga hilir.

Walau sebenarnya banyak sekali ingin ku pelajari dari alam, namun bolehkah akhir dari cerita ini ku ingin belajar pada tanah? Yang tak pernah dapat terukur berapa besar dan banyaknya sumber kehidupan pada kedalamannya. Tempat dimana semua berpijak dan bertumpu. Berjuta ton ia menahan beban yang ada. Menahan dosa-dosa kita umat manusia. Tapi tidakkah kau ingat, tanahlah yang akan menemani pada kehidupan yang mengakhiri.

Alam adalah ayat-ayatNya yang mungkin tidak tertulis namun indah terlukis. Tidak juga tersurat namun indah tergurat. Dan alam mengemban jadi guru bagi siapa saja yang mau belajar tanpa meragu.