Selamat ulang tahun, sebentar saja sisihkan waktumu untuk berplesir bersamaku menikmati alam terbuka sembari mengucap syukur atas kehidupan yang telah diberikan untuk kita.

13 Maret 2016, syukur ku ucapkan atas kehadiranmu di hari-hariku. Selalu ada doa terselip untuk kebaikanmu, dan lebih-lebih ku ucapkan di hari jadimu ini. Maaf jika aku tak bisa memberikan kejutan kue di kosmu, tak bisa menyiapkan pesta makan malam romantis di kafe ternama, tak bisa memberikan hadiah yang lebih untukmu. Maaf hanya sebuah plesir sederhana yang mampu ku berikan untukmu. Plesir yang masih merepotkanmu untuk mengemudikan motor menuju ke sana, tapi semoga senyum tulus bisa kau berikan untukku setelah menikmati plesir sederhana ini bersamaku.

Minggu pagi, cuaca cukup bersahabat bagi kami yang hendak melakukan plesir. Sederhana saja, Bedengan dan Coban Rondo menjadi tujuan plesir sederhana kami. Ada sebuah alasan khusus mengapa Bedengan menjadi tempat yang kami tuju, hanya ingin mengulang romansa pertama. Satu tahun yang lalu, tempat ini menjadi saksi perkenalan kami, ya walaupun sama-sama menjadi anggota di sebuah organisasi, interaksi pertama kami baru tercipta di sini saat diklat organisasi.

Bedengan, sebuah destinasi wisata yang terletak di Desa Selorejo, Batu Malang. Karena lokasinya yang berada di dataran tinggi, cuaca dingin dan hijaunya pepohonan menjadi teman selama berplesiran. Tak perlu merogoh saku terlalu dalam, wisata ini bisa dinikmati dengan membayar tiket seharga 5.000 rupiah saja. Menikmati sensasi hijaunya alam dan gemercik air sungai, sungguh keindahan dilukiskan dengan sempurna di tempat ini.

Lihat saja, bukan hanya kami yang menikmati keindahan ini, ada juga komunitas yang sedang camping, bermain voli dengan net yang dibuat sendiri, ada juga sepasang suami istri yang memandikan anaknya di sungai, sekumpulan anak kecil yang terlihat riang saat bermain dengan air dan bebatuan di sungai, dan yang tak kalah menarik ada juga beberapa orang yang memanfaatkan medan Bedengan sebagai tempat untuk menguji adrenalin dengan mengendarai motor trail.

Advertisement

Sementara kami cukup duduk di atas papan kayu di bawah pohon rindang menikmati suguhan gemercik air sungai dan tawa lepas bocah-bocah. Sesekali bercengkrama kemudian menyantap bekal kue yang telah disiapkan dari rumah dan merasakan kesegaran udara di alam terbuka, semoga berkesan di hatimu.

Puas menikmati alam Bedengan, kamipun naik sedikit menuju Coban Rondo. Kira-kira waktu yang dibutuhkan dari Bedengan 30 menit ditempuh dengan motor dan kecepatan rata-rata. Jika dinginnya Bedengan sudah bisa menembus jaket tebalmu, rasakan dingin yang lebih sempurna di wisata Coban Rondo ini. Wisata ini menawarkan beberapa spot yaitu air terjun sebagai primadonanya, out bound, dan tubing di sungai yang mengalir langusng dari air terjunnya. Dan jangan salah, karena lokasinya yang berdekatan dengan gunung, bukan hanya manusia yang menempati dan mengunjungi Coban Rondo, akan ada banyak monyet yang dijumpai sepanjang perjalanan menuju air terjun yang indah itu. Tapi tenang saja, selama kita tidak membawa makanan dengan dijinjing, kita akan terjamin dari bahaya serangan monyet.

Untuk memasuki wisata ini, uang yang harus dikeluarkan lebih banyak daripada wisata Bedengan, yaitu 15.000 rupiah per orang. Tapi tenang saja, harga itu sebanding bahkan tidak seberapa jika dibandingkan dengan indahnya pemandangan yang disuguhkan.

Selain Coban Rondo, ada juga air terjun yang bisa dikunjungi dan dinamakan dengan Coban Tengah, hanya untuk ke sana jalan yang dilalui lebih terjal dan licin sehingga tidak setiap saat wisata tersebut dibuka untuk umum, apalagi di musim penghujan seperti sekarang.

Menikmati air terjun dan merasakan tempiasnya di wajah juga menjadi kepuasan dan kesenangan tersendiri bagiku, semoga kamu pun merasakan hal yang sama. Selepas dari menikmati indahnya air terjun, tak ada salahnya untuk singgah menikmati jagung bakar dan segelas jeruk hangat untuk menghangatkan tubuh.

Sama halnya dengan Bedengan, pepohonan hijau nan rindang juga menjadi suguhan menarik yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Sepanjang perjalanan memasuki maupun meninggalkan kawasan wisata pun, pepohonan tetap menjadi pengiring setia perjalanan. Ah, lokasi seperti ini cocok sekali jika digunakan untuk foto pra wedding kita, kau mau mencobanya?

Kau menikmatinya? Semoga plesir sederhana ini bisa menyampaikan perasaan syukurku atas kelahiranmu. Terima kasih kamu, terimakasih pembaca, terimakasih hipwee J salam #iniplesirku