Cinta begitu indah saat pertama bertemu. Menjanjikan sejuta keindahan dengan rasa saling memiliki sehingga melupakan rasa sakit yang akan datang disaat cinta itu kehilangan makna. Ini adalah cerita cintaku yang ketiga kalinya dengan orang yang sama dimana Aku di buat percaya lagi oleh cintanya. Jujur, aku memang sangat menyayanginya dan aku tak bisa menjelaskan bagaimana aku bisa teramat menyayanginya. Saat aku memutuskan mengalah pada cintaku yang kedua karena dia masih mencintai mantan kekasih terbaiknya. Aku tak bisa berkata apa-apa selain diam dan berkata semoga dia memang yang terbaik dan lebih segalanya dari aku.

Tak berlangsung lama, akhirnya dia kembali menghubungiku dengan segala rasa kekalahan dan benci yang kemarin. Bersama cinta yang dalam, akhirnya aku luluh dan kembali ke pelukannya dan aku berharap dia berubah bisa menerima aku apa adanya. Sama seperti aku yang bisa menerima dia lagi seperti saat pertama kali aku jatuh cinta padanya dan melupakan segala kesalahannya. Hari demi hari kami lewati dengan penuh cinta dan dia masih sama seperti dulu. Dia tetap kekasihku yang kusayang dan tak ada sedikitpun aku merasa jemu jika di dekatnya. Akan tetapi, selang waktu berganti semuanya berangsur berubah hubungan kami terasa kaku dan dia semakin acuh, menjauh.

Lama-kelamaan aku bertanya apa yang terjadi. Dia menjawab bosan karena aku selalu di dekatnya setiap hari dan dia merasa terkekang. Aku tak bisa menjawab dan hanya kata maaf yang bisa kuucap untuk meredam semua emosi yang di luapkannya. Namun semakin hari dia semakin diam dan berbeda. Aku merasa bukanlah apa-apa baginya dan aku bertanya dalam hati apakah ini cinta yang begitu indah kemaren dan secepat ini bisa jadi benci di hatinya? Tanpa ada kesalahan yang kubuat.

Entahlah, Aku hanya bisa berharap mungkin dia memang lagi jenuh dengan semuanya. Pertanyaannya, apakah cinta berguna disini? Jawabannya tidak, karena kalau memang kita benar-benar mencintai kita tak akan pernah bosan dan akan selalu berbagi satu sama lain apa yang kita rasakan. Disinilah aku mengerti maksud dari semua ini karena aku adalah pelarian cintanya di saat dia berduka dia bersamaku. Disaat dia bahagia dia tak pernah ingat padaku. Dia tak pernah peduli perasaanku dan bagaimana rasaku karena yang dia tahu dia cuma ingin bahagiakan dirinya sendiri.

Begitulah jika kita mencintai seseorang lebih besar dari cintanya pada kita dia akan berlaku sekehendaknya. Namun, saat dia kehilangan cinta itu nanti dia akan sadar betapa banyak yang telah dia acuhkan dari orang yang begitu menyanyanginya demi cinta yang tak pasti.