Sesuatu yang aku syukuri saat ini adalah..mempunyai teman sejati yang sebenarnya..seorang lelaki, yang meski tak sempurna, karena akupun tak sempurna…yang menemani hari-hari dimana hujan dan kemarau datang silih berganti, dimana tawa lalu sedih hati menemani, dimana jalan terjal maupun aspal terhampar panjang, dimana roda hidup terus berputar dengan kuasa-NYA

Saat janji-janji itu terucap di depan penghulu dan ayahandaku…kita sadar bahwa itu bukan hanya sebuah roman picisan yang mengundang bunga-bunga mekar nan wangi semerbak tuk mengiringi gerbang yang kita buka…nyatanya jalanan di depan gerbang sana akan penuh onak, duri, dan berbagai kuasa Tuhan yang kita tak mengenalnya

Kita boleh saja tertawa, berbahagia, saling mencinta penuh gelora sepanjang waktu..karena toh Tuhan telah mengucurkan beribu kebaikan nan khalal untuk kita, tapi sesekali kita perlu menunduk, mengemis do'a-do'a, dengan sejuta keringat dan kesulitan, karena itulah titah hidup yang sebenarnya

Ya….kehidupan setelah menikah tentulah jauh sangat berbeda dari saat kita masih sendiri atau berdua tanpa ikatan resmi…saat menikah kita menyadari betul, betapa hidup tak semudah mengucapkan cinta, bermain-main dengan rasa, berpamer-pamer soal bahagia seolah semua pilu itu tiada…atau nestapa palsu yang diutarakan berlebihan hanya karena masalah sepele saja….Hai….hidup ternyata jauh lebih berat dari itu semua…kita harus mengais segala harap, cita, asa dengan kedua tangan kita sendiri….berdua saja…menciptakan istana sederhana yang penuh hakikat dan makna

maka, saat tangan ini berada disisimu, sudah halal kau miliki…genggamlah…seeratmu menginginkannya… dengan tasbih cinta yang kita pinta pada sang Kuasa…ajaklah aku berjalan bergandengan meski hidup memang tak semudah yang ada di angan-angan.

Advertisement

bukan hanya karena kewajibanku sebagai istri, tapi aku wanita yang mengaku-aku mencinta, akan dengan sepenuh jiwa…teramat sudi jika harus terseok bersama, teramat tulus menghapuskan keringat dan air mata, menjadi mata, telinga, dan kaki yang siap mengiringi keluh kesah bersama ridho sang Penguasa

Tak ada yang sempurna sayang..karena kita adalah makhluk Tuhan yang serba biasa….maka mari kita melangkah dengan apa adanya…bersama dengan tali simpul yang mesra dimata-Nya..dalam tawa maupun pedih…izinkan..izinkan aku mewujud menjadi belahan jiwa…hingga saat Maut memisah dan syurga mempertemukan lagi di akherat sana….aminn