Mungkin saat ini temanmu sudah menyiapkan tentang bagaimana sewa gedung, sebar undangan atau pakai wedding organizer apa, sedangkan kamu, kamu masih stuck dengan hati yang belum sembuh itu. Bukan tak mau memulai dengan yang baru, tapi kamu terlalu takut untuk kecewa berulang kalinya. Kamu sudah mencoba dengan si A, si B bahkan sudah merasa cocok dengan si C. Tapi, semua tidak semudah berbicara “ kalaupun tidak bisa menikah dengan orang yang dicintai, setidaknya mencintai dia yang menikahimu” . pertanyaan mainstream yang selalu ditanyakan pun kamu jawab dengan senyuman yang penuh arti. Berharap mereka tahu kalo pertanyaan itupun menjadi pertanyaan setiap doamu setiap sujudmu. Mungkin siang bisa menyembunyikan kepedihan itu. Tapi, ketika gantiannya bulan telah menerangi sudut malammu, kamu dengan mata sendu itu terkadang menyalahkan dirimu sendiri dengan keadaan yang terjadi. Ceria mu itu seketika sirna dengan kesendirian mu. Sempat meratapi semuanya, tapi kamu ingat bahwa Dia yang Maha Pembolak Balik Hati sedang merencakan sesuatu yang memang kamu butuhkan. Sekelebat pikiran jelek menyeruak datang, selalu kamu tepis dengan kegiatan diluar kerjaan utamamu. Sekarang kamu sedang menyiapkan dirimu. Menyibukan diri dengan kegiatan positif, berkumpul dengan teman dan menghabiskan waktu dengan keluarga dan khususnya dengan ibumu. Mungkin memang Tuhan belum mengizinkan sekarang, tapi dalam hati yang paling dalam kamu percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya sendirian. Semoga ketika hal ini terlintas, kamu tak terlalu terbawa larut perasaan, percayalah semua akan berjalan pada waktunya.