Jauh sebelum hari ini datang, aku telah memikirkannya. Sangat jauh sebelumnya, kukira aku akan mati kemudian hidup lagi membacanya kemudian mati lagi, seterusnya begitu.

Kupikir aku akan menangis meraung-raung kemudian menegar-negarkan diri sendiri dan menangis lagi, sepuas puasnya. Kupikir aku akan merobek diriku menjadi tiga bagian, kemudian ditiap bagiannya akan terobek menjadi lima bagian, dan bagian kecil itu terus merobek dirinya sendiri, sampai habis aku.

Tapi ternyata tidak.

Hari ini waktu membuktikan kehebatannya, kekuatannya.

Semua hanya urusan waktu. Semua hal butuh waktu, semua luka butuh waktu untuk dapat sembuh.

Advertisement

Ketika hari ini benar datang, hari dimana sebuah kartu undangan bertuliskan namamu sampai diatas mejaku, aku tersenyum dan kemudian merasa berbahagia, sungguh-sungguh merasa bahagia.