Kamu, ya kamu adalah sosok yang selalu menemaniku, mengantarku, menjemputku, membantuku ketika aku membutuhkan pertolongan, selalu menyediakan apa yang aku perlukan, selalu ada ketika yang lainnya tak dapat kuandalkan, selalu siap sedia 86 untukku.

Dan dia adalah dia yang sms, bbm, telponnya selalu kutunggu. Dia yang selalu membuatku penasaran. Dia yang selalu lama membalas sms atau bbm ku, dan sekalipun balas, pasti tidak lebih dari 4 kata. Dia yang tak pernah menelponku. Dia yang cuek, cool, dan kayak kapal selam (muncul tengelam), sukanya buat aku kayak layangan (tarik ulur semau dia). Dia yang nyebelin, tapi pinter. Dia yang acak-acakkan, tapi punya hobby traveling yang sama. Ufffttttt.

Kamu dan dia, sama-sama sosok pria yang membuatku menikmati indahnya dunia. Karena kamu dan dia, kunikmati sosokku sebagai perempuan yang menunggu kedatangan cinta sejati yang diharapkan tidak berakhir sampai kita sama-sama tumbuh menua. Kamu dan dia sama-sama merasuki pikiranku di kala aku tidur, bekerja, makan, bahkan ketika aku berdoa.

Aku tahu, aku salah ketika aku menjalani kisah ini. Aku salah melibatkan diriku menjadi perempuan yang menjadi pemeran utama cinta segitiga. Namun salahkah aku ketika rasa suka, kagum, cinta, atau apalah itu yang hadir dalam hatiku untuk kamu dan dia secara bersamaan ini? Salahkan aku? Dari kecil pun bahkan tak ada diantara kita yang ingin bercita-cita untuk dewasa nanti terlibat dalam cinta segitiga, bukan?! Salahkah aku ketika aku bertemu kamu dan dia? Dan entah dari mana dan sejak kapan rasa ini muncul untuk kamu dan dia.

Untuk Kamu, maafkanlah Aku yang menyayangimu, namun aku tak terpesona padamu. Dan dia membuatku bahagia, merasa hidup 1000 tahun lagi, namun aku tak menyayangi Dia seperti aku menyangi Kamu. Maafkanlah. Maafkanlah aku yang terhempas dalam dilema hati yang sungguh tak dapat kalian pahami.