Di mana hatimu pergi begitu saja tanpa alasan, kamu laki-laki terjahat yang pernah aku temui, aku bingung salahku di mana sehingga meninggalkan luka yang amat dalam. Tiga bulan kepergianmu membuat hatiku hancur sehancur-hancurnya. Rapuh serapuh-rapuhnya. Entah di mana hatimu sebegitu teganya terhadapku. Ya aku sempat melihatmu, bertemumu tapi kamu enggan menyapa, senyumpun tidak. Tapi orang yang di sekitarku, kau sapa dan kau beri senyuman.

Kenapa aku tidak? Begitu seburuknya aku di matamu padahal aku tak pernah buat salah tapi seakan akan aku yang berbuat salah. Sakit perasaanku saat itu. Sedih saat itu serta malu, orang orang sekitar bertanya-tanya ada apa kita, ada apa kalian? Kalian kan saling kenal, pertanyaan mereka tak bisa aku jawab, yang tahu aku kenapa melirikku dengan penuh makna. Ketika seorang sahabatku bertanya. Kemana aja kamu selama ini pergi menghilang tanpa jejak sudah tak kenal wanita di pojok sana berkerudung pink itu ? Sudah lupa ? Apa yang kamu jawab ? Jawaban terpahit yang aku cicipi. Kamu menjawab "sudah dia masa lalu saya" tidak perlu dibahas Sangat menyakitkan bukan? Pergi tanpa alasan dan lalu dia berkata seperti itu.

Sahabatku bertanya lagi ,tidak punya rasa bersalah sama dia?
Dan kamu menjawab, "salah apa saya? Saya tidak pernah salah
Begitu gampang kau jawab pertanyaan menyakitkan itu ,ternyata kamu gak sadar apa yang telah kamu perbuat sebegitunya kamu punya kenangan bersamaku. Laki laki yang selama ini aku banggakan sekarang menjijikan.
Apa kamu tahu rasa sakit aku bukan sembuh malah makin terluka.

Ya mungkin ini jawabannya dan inilah kunci aku melupakanmu segera. Bismillah aku pasti bisa. Dan aku akan terus berdoa agar kamu dibukan hatimu pikiranmu. Dan sekarang aku belajar untuk segera melupakanmu dan kenangan kita
Terimakasi sempat memberikan senyum bahagia dan terimakasih memberi kesedihan yang amat dalam

Dari aku yang sudah terluka karenamu.