Kita dipertemukan oleh waktu. Kita dipertemukan oleh keadaan. Dan kita didekatkan karena kenyamanan. Kenyamanan yang merubah semuanya. Kenyamanan yang merubah perasaan ini menjadi cinta. Awalnya kita merasa ini hanyalah sebatas perasaan teman. Namun, tanpa kita sadari, perasaan ini lama kelamaan berubah. Makin dalam. Makin dalam. Dan semakin dalam. Ya……. Aku merasa aku mulai mencintaimu.

Kau hadir disaat yang tepat. Kau mengisi ruang hatiku yang sudah lama kosong. Kau membuatku bahagia. Kamu membuatku tersenyum kembali.

Aku sadar…… Kita berbeda. Untuk itu aku menahan rasa ini. Rasa yang sudah mulai tumbuh disaat kau berikan rasa nyaman kepadaku. Disaat kaulah yang menjadi alasanku tersenyum. Kau lah yang telah menjadi alasanku bahagia. Tapi aku sadar, jika aku membiarkan perasaan ini terus tumbuh dan semakin dalam, akan menyakiti hatiku dan hatimu kelak.

Tapi, kau tidak memperdulikan perbedaan yang ada pada kita. Kau mengacuhkannya. Kau terus membuatku bahagia. Dan kau terus memberikan rasa nyaman itu kepadaku. Perhatianmu tak pernah absen kau berikan. Kita terus menjalani hari bersama. Aku dan kamu terbiasa bersama. Berbagi cerita suka dan duka. Kau memelukku di saat aku terjatuh. Kau meminjamkan bahumu, disaat teman-temanku tidak berada disisiku. Dan apa daya, aku gagal menahan rasa ini. Tanpa aku sadari, aku membiarkan rasa ini terus tumbuh semakin dalam.

Aku mencintaimu………..

Advertisement

Aku menyayangimu…….

Tapi aku tau perbedaan ini tidak bisa menyatukan kita……….

Taukah kamu, aku iri dengan mereka yang bisa menuju satu rumah ibadah bersama. Berdoa bersama. Memohon kepada tuhan yang sama.

Taukah kamu, aku sangat sedih disaat kamu hanya bisa mengantarkanku hingga depan masjid. Melihatku solat dan berdoa kepada tuhanku tanpa bisa kau imami.

"Dan sesungguhnya LDR yang rumit itu bukan LDR yang beda kota ataupun beda negara. Tapi LDR yang rumit ialah LDR yang berbeda rumah ibadah." – Unknown

"The sad truth is so many people are in love and together. And, so many people are together and not in love." – Unknown

"Dan perpisahan yang menyakitkan adalah disaat masih saling mencintai dan harus berpisah."

Aku tak pernah absen menyebut namamu didalam doaku. Aku selalu berdoa untuk kebaikan aku dan kamu. Karena doa adalah caraku yang paling sederhana untuk mencintaimu.

"The best thing you can do for someone you love, is pray for them. Whether they are in your life or not, pray for them and don't stop"

Dan kini kita telah masuk ke dalam keadaan yang aku takutkan sejak dulu. Kini saatnya aku berpisah. Menjauh darimu. Sungguh sangat menyakitkan. Aku akan belajar mengikhlaskanmu. Aku akan belajar untuk menghilangkan rasa terbiasa denganmu. Karena aku lebih mencintai tuhanku.

"I don't want to let you go. But, I think I have to…."

My heart broke the day I realized loving you meant letting you go. And, I know you are just a part of my history, and never be my destiny 🙂

Terimakasih untuk semua yang telah kau berikan kepadaku. Aku tidak pernah menyesal karena pernah mencintaimu. Karena, perasaan ini adalah rasa yang sangat indah yang pernah aku rasakan.

Tertanda,

Wanita yang mencintaimu dengan tulus.