Hai?

Apa kabar ?

Apa yang sedang kamu lakukan ?

Apakah kamu sangat sibuk ?

Benarkah kamu sangat sibuk ?

Sampai tak ada waktu, untuk memberi kabar padaku?

Itulah pertanyaan yang sering muncul dalam pikiranku. Hingga pada suatu hari, kamu memberiku kabar melalui media sosial. Aku sangat senang mengetahui bahwa kabarmu baik-baik saja. Di balik rasa kesenanganku, ada kegelisahan yang tersembunyi.

Apa sebenarnya tujuanmu memberiku kabar, setelah sekian lama menghilang ?

Akankah kehadiranmu, membuatku kembali tersenyum ? Ataukah, malah membuat diriku semakin terpuruk? Ternyata kehadiranmu membuatku tersenyum, sekaligus membuatku terpuruk. Awalnya kamu menanyakan kabarku dan kamu mencoba untuk medekatiku lagi. Kamu pun memberi tahu padaku bahwa alasan kamu sangat sibuk adalah kamu ingin fokus pada pendidikanmu. Hingga suatu hari, aku tahu apa tujuanmu yang hadir kembali dalam hidupku. Kamu hanya memanfaatkanku. Kamu ingin aku membantumu, supaya kamu mendapat yang kamu inginkan. Setelah itu, kamu membuang diriku. Seperti yang dikatakan pepatah

Habis manis, sepah dibuang.

Advertisement

Beruntungnya diriku yang mengetahui kebenarannya dengan cepat. Tidak hanya tahu, apa tujuanmu hadir kembali dalam hidupku. Aku pun tahu, bahwa kamu telah memiliki seseorang yang melengkapi hidupmu. Kesimpulannya, yang membuat kamu menghilang, bukanlah karena ingin fokus ke pendidikanmu. Akan tetapi, karena ada seseorang yang lebih membuat dirimu merasa bahagia. Terimakasih, atas apa yang telah kamu perbuat. Aku mencoba untuk ikhlas dengan semuanya. Semoga, kamu dan dia bisa bahagia untuk selamanya