Masih sulit kupercaya, inikah kamu? Senyum yang telah lama menjauh dariku. Sepasang mata teduh yang telah lama tak kulihat. Hangat sapa yang entah kapan terakhir kali kudengar.

Yes, he’s back! My sunshine, my everything. Sosok teristimewaku yang sempat menghilang dari hidupku. Cahayaku yang sempat redup, yang hampir membawa pergi separuh hatiku, yang tak lelah aku sebut dalam doaku, yang membuat hari-hariku terasa kosong, yang hampir membuatku berucap “cukup..” selepas kepasrahanku pada-Nya atas segala hal terbaik yang menjadi skenario-Nya.

Kini aku tahu, segala yang aku lalui hanyalah proses. Hanyalah alur dari Tuhan untuk membuatku lebih dewasa. Untuk meyakinkan-Nya sekuat apa diriku, seteguh apa cintaku pada salah satu makhluk-Nya, yang aku sebut cinta. Yang membuatku sadar, aku hanyalah makhluk kecil. Hanya kepada-Nya lah aku seharusnya bersandar dan memohon. Bukankah Dia yang paling berhak atas hidupku juga hidupnya? Yang tahu yang terbaik untuk kami. Bukankah Dia Maha Memberi?

Dan darimu aku belajar artinya sabar. Satu kata yang sering kudengar namun sulit untuk kulakukan. Tanpa ujian ini bagaimana aku bisa memilikinya wahai hati? Sejak kamu memutuskan untuk menjauh tanpa sebab, saat itu pula aku harus mengakrabkan hatiku dengan sabar, memeluknya erat erat saat hati serasa tersayat setiap ingat kamu.

Darimu pula aku belajar bahwa dalam sebuah hubungan dibutuhkan keikhlasan. Ketika segala upaya kita lakukan, sedangkan yang di atas bilang “tidak” atau “belum waktunya”. Ketika diri ini telah berakrab ria dengan sabar dan ikhlas, bahkan ketika aku merasa inilah saatnya aku berhenti berharap, membunuh setiap keping impianku bersamamu, bersiap melepaskanmu meski dengan berat hati. Tiba-tiba keajaiban itu datang, Tuhan mengirimmu kembali untukku. What a wonderful gift!

Advertisement

Mungkin benar pepatah lama bilang, semua kan indah pada waktunya. Teringat satu quote dari penulis favoritku, Tere Liye, yang selama ini hanya aku baca tapi belakangan baru aku resapi maknanya, “lepaskanlah. Jika memang dia cinta sejatimu maka dia akan kembali dengan cara yang mengagumkan..”

Semoga..

Aku berharap kamulah cinta sejatiku. Semoga tak ada lagi cobaan menghadang kita. Semoga Allah meridhai hubungan kita, member restu-Nya untuk kita melangkah menuju gerbang kebahagiaan.