Gak bisa bohong, gak bisa menutupi, aku butuh sandaran saat ini..aku butuh pelukan tuk berbagi..aku butuh pegangan agar aku tak terjatuh semakin dalam..

Rasanya sesak, sesak sekali di dada, rasanya udara tak bisa masuk ke dalam dada dengan baik, bahkan aku butuh bantuan untuk nafas tambahan, aku ingin menghela nafas panjang saat ini, tapi rasanya sulit.

Dulu atau beberapa waktu yang lalu, aku marah jika temanku masih suka membicarakan mantan. Bahkan ketika temanku mulai stalking sosial media mantan pacarnya dan menangisi hal-hal yang tak pantas ia tangisi lagi, aku berusaha menjadi orang paling bijak untuk menghentikan aksinya. uat apa? Ngapain? Hanya membuka luka yang belum sembuh benar.

Tapi sekarang aku malah melakukan hal bodoh itu. Bahkan aku lebih gila ketika memilih stalking sosial media pacar baru mantan pacarku. Bodoh bukan? Aku tau itu bodoh. Aku tau itu hanya menyiram luka yang masih menganga dengan alkohol. Sakiiit, perih dan membuat luka makin parah dan bernanah.

Apalagi ketika aku menemukan kalimat posting ini "This is the 1st time that I said "ya, I'll go with u" permudahlah dan lancarkanlah ya Robb, menuju kesempurnaan ibadah ku, Amin"

Advertisement

Rasanya aku mengutuk diriku sendiri, bisa-bisanya aku seperti ini. Bisa-bisanya aku kurang kerjaan yang membuatku jadi begini. Entahlah, aku masih cinta, entah aku masih belum ikhlas atau aku hanya merasa didahului yang jelas, aku mencintai sepi saat ini.