Kita? Ataukah cinta yang salah? Kebencianku padamu pernah sangat memenuhi diri ini hingga memandangmu saja aku tak ingin. Aku tak tahu untuk alasan apa, kamu hanya sangat mengganggu kehidupanku. Mengapa kau usik ceritaku yang telah bahagia bersama dia mantan kekasihku.

Kita? Ataukah cinta yang salah? Saat waktu telah sangat lama memisahkan kita namun tanpa ku sadari kau tetap menantiku. Bukan karena inginku aku kembali ke tempatmu berdiri, ke tempat di mana kamu dan aku di pertemukan. Aku hanya berniat untuk mencari rupiah di sini tanpa mempertimbangkan kehadiranmu.

Kita? Ataukah cinta yang salah? Ketika aku kembali bernaung dalam atap yang sama denganmu dalam keadaan aku telah sendiri. Dia yang aku anggap cinta sejatiku justru pergi meninggalkanku, pergi bersama wanita lain yang dianggap lebih sempurna, pergi tanpa pamit, pergi dan tak pernah kembali lagi.

Mungkinkah cinta bersalah? Aku telah sangat terluka karena sikap mantan kekasihku itu. Hatiku yang rapuh menjadi incaran mudah bagimu. Kamu memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali mengejarku.

Kita? Ataukah cinta yang salah? Di saat perlakuan dan semua rayuanmu itu berhasil membuatku bangun. Aku tak tahu apakah ini karena aku terlalu lemah hingga sedikit perhatianmu mampu mengobatiku atau memang aku yang tak ingin terus berlarut dalam kesedihan bersedia menerima kehadiranmu.

Advertisement

Membiarkanmu masuk dalam kehidupanku. Membiarkanmu mengerti tentang diriku. Membiarkanmu menulis cerita baru untuk kisahku. Dan yang paling mengerikan, membiarkanmu memberikan cinta yang baru.

Aku masih tidak mengerti, aku, kamu, atau cinta yang salah? Aku masih berusaha untuk tidak menyesali keputusan yang telah aku ambil ini. Karena dengan memberimu ruang dalam hatiku akan memberi luka yang berbeda. Luka yang justru lebih sakit daripada sebuah perpisahanku dulu. Bagaimana tidak? Kamu yang berhasil menyita pikiranku datang membawa cinta yang bercabang. Kamu sebenarnya milik orang lain.

Haruskah sekarang aku menyalahkan cinta? Karena rasa cintaku ini timbul di saat yang tidak tepat. Apa arti kehadiranku jika cinta hanya milik dua orang saja? Tak ada tempat bagi orang ketiga.

Lalu? Ini salahku? Karena aku begitu bodoh telah masuk ke duniamu. Tidak! Jangan dulu menjudge aku perebut atau penghancur. Bukankah seorang tamu takkan bisa masuk jika bukan sang tuan rumah yang membukakan pintu?

Ini salahmu! Kamu telah bersamanya, mengapa masih haus mencari cinta yang lain. Apa kamu pikir hati wanita setangguh baja? Untuk menghapus rasa bersalahmu kamu menjanjikan perpisahan itu padaku. Apa kamu pikir sebuah hubungan itu adalah permainan? Perpisahan ini bukan perpisahan yang mudah. Bukan segampang perpisahan seperti aku dan mantanku dulu. Perpisahan kalian melibatkan keluarga, hukum, bahkan agama. Ikatan hubungan kalian terlalu sakral.

Jadi? Ini salah cinta? Jika dulu kau bersamanya karena keterpaksaan saja, apa mungkin cinta yang kalian bina bisa berbuah menjadi gadis yang lucu. Apakah itu berarti cinta yang salah? Kenapa cinta harus mempersatukan kalian berdua bukan kamu dan aku?

Banyak yang mengatakan jika cinta tak pernah salah. Lalu bagaimana jika kisahnya seperti ini, siapa yang harusnya bersalah?

Entahlah. Saat ini aku hanya tahu kisah ini harus segera di akhiri, tak perduli lagi kita atau cinta yang salah karena semua ini memang tak seharusnya dimulai.