Senja tak pernah ingkar akan keindahan yang akan dia tampakkan setiap sore menjelang malam, begitupun janji cinta yang pernah kamu ucapkan dulu saat masih bersamaku. Melihat matahari terbenam di pinggir pantai sering kita lakukan, saat itulah kita berdua selalu takjub akan keindahan senja yang sudah Tuhan perlihatkan sebelum malam tiba dan kita kembali pada malam yang gelap. Dan seterusnya seperti itu, karena senja tak pernah ingkar menampakkan keindahannya, dan janji yang kita ucapkan berdua terbawa olehnya.

Entah ini mimpi atau sebuah kenyataan, aku terbangun dan air mata sekejap membasahi pipiku. Aku berdiam diri sejenak, melihat layar ponselku dan melihat hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untukmu. Seperti jurang yang aku injak saat turun dari tempat tidurku..

Kulangkahkan kaki ini ketempat yang seharusnya kita berdua berdiri.

Ini tak mudah, menerima dan melihatmu bersanding bersama wanita lain. Dulu, setiap malam aku selalu bermimpi tentang hari ini. Hari dimana seharusnya kita berbahagia bersama, menjadi pasangan pengantin, bukan aku yang sekarang menjadi tamu dalam pernikahanmu. Aku bisa menebarkan senyum dan tawa pada tamu yang datang, dan kepada kedua orang tuamu yang sudah aku anggap sebagai keluarga.

Semua kenangan tentang kita, akan aku pastikan menjadi memori nya sulit aku lupakan.

Advertisement

Seperti manusia lainnya, aku memiliki memori yang masih baik. Masih teringat kenangan di kala senja datang. Bersama kita berjanji akan selalu bersama, walaupun pada akhirnya sekarang kita berpisah. Bukan aku menyesali apa yang tlah terjadi dalam hidupku, tapi aku sedang mencoba mengikhlaskan semua ini. Ini tak mudah bagiku, mencoba tegar dalam hari bahagiamu.

Seperti air diriku kini, yang harus mengikuti kemana arus pergi.

Terombang – ambing seperti air, aku harus mengikuti kemana arus akan membawaku. Satu hal yang aku takuti adalah ketika arus itu membawaku kepada jurang yang curam, dan jatuh dari seperti air terjun. Melangkah dan kembali menjalani kehidupan yang sebenarnya, masalah pasti datang silih berganti, tapi selalu aku yakini adalah ketika Tuhan seperti berbisik kepadaku “Ini yang seharusnya kamu jalani”.

Aku mencoba tegar dan aku percaya, menjadi pribadi baru yang lebih baik itu pilihan yang tepat.

Walau demikian hubungan sebagai pasangan tak diizinkan, mungkin persahabatan akan lebih indah.

Aku sudah melapangkan semuanya, dengan hati yang baru aku melangkah kedepan. Menjalani apa yang semestinya aku jalani, dan meraih masa depan ku yang indah. Hubungan kita sebagai pasangan memang berakhir tragis, tapi hubungan persahabatan yang kau tawarkan akan ku terima dengan senang. Cinta pasti akan berakhir, entah itu bahagia atau tidak. Tapi persahabatan ini tidak akan pernah berakhir.

Kita bukan anak kecil lagi, dimana saat mereka memutuskan hubungan mereka menjadi saling tak kenal.

Pada dasarnya pacaran adalah masa yang membahagiakan, pacaran kita jadikan sebagai waktu kita untuk saling mengenal satu sama lain. Jangan menyalahkan takdir jika akhirnya kita tidak bersama dengan yang kita harapkan, Tuhan sudah menyiapkan semuanya dan pasti akan lebih indah.

Luka itu seperti bekas pijakan kaki yang kita pijakan di pasir pantai, lambat laun akan hilang dengan sendirinya. Kehidupan seperti ombak, yang tak bisa berhenti saat waktunya tiba dia untuk berhenti.

Terimakasih karena semua ini menjadi pelajaran yang berarti, dan untuk wanita yang beruntung memilikimu sekarang, kuharap bisa menjagamu seperti aku menjaga kamu dulu.