Beberapa jam lagi setelah tulisan ini diterbitkan, tahun 2015 akan segera berakhir dan berganti menjadi tahun 2016. Tetapi status kesendirian belum mau enyah dari suratan nasib. Maka pantaslah engkau disebut HEBAT. Tidak usah sedih, galau, risau, gundah gulana apalagi ngalay di media sosial. Itu semua hanya akan menurunkan pamormu menjadi jomblo yang elegan dan berkelas. Nyai Ontosoroh, tokoh fiktif dalam Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer, berkata

“Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai”. (Nyai Ontosoroh)

Ucapan yang dilontarkan oleh Nyai Ontosoroh bisa menggambarkan bagaimana seharusnya idealisme seorang jomblo. Menjadi jomblo bukan berarti harus mengobral diri layaknya diskon gede-gedean akhir tahun. Idealis inilah yang akan membentuk para jomblo elegan menjadi orang hebat.

Mengapa hebat?

1. Mandiri

Advertisement

Para lakon kehidupan yang masih sendiri alias jomblo akan selalu ditempa, dilatih dan survive untuk mengatasi segala problema hidup yang tidak ada ujungnya ini. Mereka sudah terbiasa mengatasi semua sendiri dengan kepala tegak tanpa merengek manja sama pasangannya. Inilah jomblo mandiri pencetak generasi muda yang hebat dan berdikari.

2. Pribadi kuat

Bagaimana tidak kuat coba? Para jomblo harus berusaha dan bisa melakukan semuanya sendiri. Harus bisa naik motor sendiri, nyari makan sendiri, ngerjain tugas sendiri dan belajar pun harus sendiri. Semuanya akan diatasi dengan baik.

3. Kreatif

Karena belum ada pasangan maka para jomblo harus dituntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan waktu. Misalkan, yang memiliki pasangan pergi malam mingguan, maka para jomblo memanfaatkan waktu malam minggu dengan berdoa meminta hujan turun. Eh bukan nding, maksudnya belajar, mengerjakan tugas, quality time bersama keluarga atau teman. Kan lebih positif ya.

4. Positive thingking

Para jomblo elegan dan berkelas pastinya mengerti bagaimana mem-branding diri. Dia akan selau berusaha berhusnudzon (berperasangkan baik) kepada Tuhan. Segala apa yang terjadi pada dirinya pasti sudah menjadi ketetapannya. Ketika celaan dan hinaan datang, maka para jomblo dengan elegan akan berkata “Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untuk diriku, percayalah.”

5. Lebih agamis

Kesendirian bisa menyebabkan seseorang lebih dekat kepada Tuhan-nya. Tidak percaya? Tengok saja tiap malam minggu, para jomblo akan merapatkan barisan untuk berdoa bersama kepada Tuhan untuk menurunkan hujan. Dengan khusyuk, mereka melantunkan doa-doa kepada Tuhan agar mereka yang sedang bermalam minggu bersama pasangannya terhindar dari zina, dosa, dan fitnah.

6. Fokus

Dia yang masih sibuk dengan kesendiriannya, ternyata lebih fokus dalam mengerjakan segala hal. Pekerjaannya tidak akan diganggu dengan tuntutan balasan pesan singkat pasangannya. Moodnya tetap terjaga, lhawong nggak ada yang buat ditunggu ngasih kabar. Orientasi jomblo elegan ini sangat jelas, yakni masa depan.

7. Lovable

Mereka berhak mencintai, menyayangi dan mengasihi siapapun. Tidak ada yang berhak melarang, mencemburuinya bahkan menyakitinya. Inilah mengapa hati para jomblo tidak mudah rapuh, karena hatinya selalu dipenuhi rasa sayang dan kasih dari banyak orang.

Pada akhirnya, para jomblo merangkai cerita indah dan penuh warna tentang kesendirianya dengan senang hati dan riang bergembira. Sambil terselip doa ‘Semoga Tuhan segara mempertemukan jodoh di tahun depan’. Amin

Selamat Tahun Baru 2016