Masih terbayang saat aku dan kamu pertama kali bertemu ketika sedang berteduh di luar sebuah ruko kosong karena kehujanan. Aku yang lebih dulu berteduh melihat sosokmu menghampiri ruko dengan mengendarai sebuah motor. Dengan basah kuyup, kau berlari menghampiri ruko dan menumpang untuk berteduh. Sambil membersihkan air hujan dibajumu kamu mengeluh tentang hujan yang datang dan sejenak melihat kearahku sambil tersenyum. Saat itu aku langsung tertegun. Dan langsung mengalihkan pandangan. Lalu kita sibuk melihat hujan. Hampir setengah jam hujan tak juga surut hingga membuat badanku kedinginan. Dan tak lama kemudian, ada seorang tukang minuman menggunakan sepeda yang sedang berteduh. kebetulan. Lalu aku dan kamu membeli minuman di tukang minuman itu dan memesan minuman yang sama " Teh Panas ya Mas!"

Kemudian kau memulai pembicaraan. "Suka teh juga ya mbak?" dan aku pun menjawab "iya mas, saya kira mas mau pesan kopi. Karena biasanya cowok suka pesan kopi" kemudian kau membalas " aku suka teh. Karena teh itu manis dan membuat nyaman apalagi dalam keadaan hangat" hingga kau dan aku pun akhirnya berkenalan dan mulai mengobrol. yang baru ku tahu namamu adalah Doni.

Sejam kemudian, hujan pun berhenti. Sudah saatnya aku harus pulang karena hari semakin gelap. Ketika aku hendak pergi kamu bertanya padaku "kamu pulang ke tebet kan?mau bareng?ini udah malam. Pasti lama tunggu angkutan lewa,t itu juga kalo kamu mau bareng. karena kita searah". Dengan ragu-ragu aku menjawab "baiklah, kalo ga ngerepotin kamu".

Sepanjang perjalanan, aku dan kamu hanya diam dan diam. Tak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut kita berdua. Mungkin karena kamu sedang mengendarai motornya jadi kamu tak ingin membuat konsentrasimu buyar dan aku juga tak ingin mengajakmu ngobrol karena takut celaka dijalan jika aku mengajak ngobrol. Tetapi udara dingin malam ini terasa hangat dan membuatku tak ingin berlalu merasakannya. Aku tak tahu kenapa. Sesampainya di gang rumahku, aku mengucapkan terima kasih padamu. Dan kau mengatakan " cuma terima kasih aja nih?". Aku yang tak mengerti maksud ucapanmu lalu bertanya balik " trus kamu maunya apa?". Sambil sok berpikir kamu menjawab "Aku maunya kamu traktir aku teh, ditempat yang sama tadi". Aku yang kaget dengan permintaan "sederhananya" itu langsung membalas dengan jari membentuk huruf O yang artinya oke. Setelah itu kau dan aku tertawa bersama. Dan aku tahu, hari-hari yang indah akan segera dimulai.

" Teh Manis di sore yang indah. Manis tak berlebih, hangat dan tak ingin habis. Seperti saat kau menemaniku pulang dan tak ingin cepat sampai dirumah "

Advertisement

– Risa –