Di era serba canggih seperti sekarang ini, tidakkah kalian sering merasa asing dan merindukan kehangatan masa lampau?

Entah bagaimana, aku sering kali merasakan hal itu. Aku merindukan masa dimana kita dengan begitu hangatnya berinteraksi satu sama lain. Bercengkrama tanpa ada sekat, tanpa ada gadget yang menyibukkan jari jemari kita, dan membuat fokus kita teralih dari orang-orang terdekat.

Dan jika kalian tahu, ada satu hal yang sering kali menggelitik pikiranku, tentang kerinduan akan suara salam dan ketukan pintu. Aneh bukan? Tapi ini realita yang sudah lumrah kita temui di jaman serba praktis ini. Kalau kita mengingat kembali masa kecil kita, kita pasti sangat akrab dengan suara ketukan pintu dan salam dengan suara lantang yang seringkali mengganggu tidur siang kita.

Jika pelakunya adalah teman kita sendiri, semakin lama kita membukakan pintu, maka akan semakin nyaring pula suara mereka. Tidak jarang pula mereka akan memanggil-manggil nama kita dengan intonasi yang sangat mengganggu, namun juga sangat akrab dan hangat. Sambil terus mengayunkan kepalan tangan mereka ke daun pintu yang mulai rapuh.

Tapi jika si pengucap salam adalah kenalan orang tua kita, maka mereka akan mengucapkannya dengan penuh kearifan, seperti tidak ingin mengganggu tapi tetap ingin segera dibukakan pintu.

Advertisement

Tidakkah kalian rasa ini sudah jarang terjadi di masa-masa sekarang? Memang tidak benar-benar musnah, tetapi mulai pudar, pada generasi kita khususnya. Generasi yang sudah terbiasa menggunakan gadget dalam banyak hal. Yang lebih memilih menggunakan layanan sms atau chatting hanya untuk memberi kabar bahwa kita sudah berada di depan rumah untuk bertamu.

Yang sebenarnya jika kita hitung, waktu yang diperlukan tuan rumah untuk keluar malah menjadi lebih lama. Mengapa demikian? Karena tidak selamanya handphone mereka ada dalam genggaman. Bagaimana kalau mereka sedang mandi? Atau sedang menyapu di halaman belakang? Maka selamat! Kita hanya akan menunggu tanpa tahu bahwa tuan rumah juga tidak tahu akan kedatangan kita.

Bukankah akan lebih simpel jika kita langsung mengetuk pintu dan mengucap salam? Setidaknya akan ada orang yang membukakan pintu. Meski bukan orang yang kita tuju, dia pasti akan langsung memanggilkan orang tersebut sambil mempersilahkan kita masuk.

Dan bukankah itu juga akan lebih sopan dan mempererat hubungan kita dengan keluarga tuan rumah? Mungkin kita perlu sesekali mengingat kebiasaan-kebiasaan lama kita. Menghidupkan kembali hal-hal positif dari masa lalu yang secara tidak sadar sudah kita tinggalkan.

Dear, hidup kita terlalu indah untuk dilalui dengan hanya mengandalkan gadget.