Semua yang aku jalani berharap seperti yang aku tuliskan dalam doa pada Tuhan, tetapi mengapa semuanya sirna dan berakhir setelah aku menjalaninya. Kami berdua menjalin hubungan pendekatan lewat media sosial, dan hingga akhirnya kami bertemu. Kami memiliki perbedaan keyakinan, tetapi kami anggap itu bukanlah sebuah penghalang cinta untuk bersama selamanya.

Sesungguhnya kisah cinta ini dipisahkan jarak yang sangat jauh, antara keyakinan dan tempat, tetapi dari awal aku sudah percaya bahwa dia yang terbaik bagiku dan yang Tuhan janjikan untuk mendampingiku. Aku berusaha membuat dia selalu nyaman berada disisiku, membuatnya selalu bahagia, agar dia tahu semua yang aku lakukan menunjukkan bahwa aku tulus mencintai dia.

Setiap insan pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing masing, tentunya aku menyadari hal itu. Saling melengkapi dalam hubungan ini, dan tak pernah menganggap perbedaan adalah jurang pemisah aku dengan dia.

Sekitar 3 bulan yang lalu hubungan ini mengalami masalah, aku berharap bisa menyelesaikan dengan damai. Seperti biasa dia menghubungi ku dan memberikan kabar saat sedang dalam kesibukan, Entah mengapa waktu itu dia tak menghubungi ku, tak memberiku kabar yang pasti, dan hal itu terulang hingga berulang kali dalam tempo kurun waktu seminggu.

Terbenak dalam fikiranku bertanya,

Advertisement

"Apakah dia mulai berubah?"

"Apakah dia mulai jenuh dengan hubungan ini?"

Aku butuh sebab yang pasti, mengapa dia bersikap seperti itu. Aku butuh kejelasan dan kepastian, jika memang ada sesuatu yang tak biasa tolong jelaskan padaku.

Satu pintaku, tolong hargailah aku sebagai kekasih, perlakukan aku layaknya seperti kekasih, aku pernah berjuang untuk dia, aku pernah berkorban untuk dia, dan tulus mencintai dia.. Kisah perjuangan cintaku , karena imanku percaya kelak dia akan menjadi pendamping hidupku.. saling mengasihi untuk hidup bersama bahagia dan damai.

Dalam keheningan malam , aku melakukan renungan dan berdoa pada Tuhan,

"Percaya kepada kehendakMu Tuhan, yang senantiasa mengabulkan semua doaku."

Selang beberapa hari akhirnya aku memutuskan,"Aku berhenti dari kisah ini…" Ada perasaan kecewa dan sedih ketika aku sampaikan padanya. karena aku sadar cara dia mengabaikanku, membawaku pada rasa sakit yang telah menyiksa hidupku.

"Mengapa ini terjadi?…"

Sadarkah dia? Aku yang selalu ada buat dia, dia lah satu satunya harapan bagiku. Pada akhirnya kenyataanlah yang berbicara, dia tak setulus perasaanku padanya, yang merelakanku sendirian pergi membawa goresan luka ini.

"Pada akhirnya Tuhan memberiku kekuatan setiap aku meminta."

Seiring begulirnya waktu, aku belum bisa menjauh dari kenangan saat bersama dengan dia, walaupun kini kami telah berpisah. Impianku untuk hidup bersamanya telah sirna. Dibalik goresan luka ini kusisipkan sebuah ketegaran.

Terima kasih telah mengajarkanku arti kesetiaaan sebenarnya.

"Aku percaya rencana Tuhan pasti yang terbaik untukku."