Coba baca kisah ini. Simak dan hayati dengan baik. Apa yang ada dipikiran kita?

Nyatakan dengan TEGAS, apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini.

Tentang berpikir positif atau berikir negatif. Ada dalam benak, dalam pikiran kita.

Ini cuma kisah sepele saja. Kisah tentang Tole, profil anak Indonesia masa depan. Ketika Tole baru saja diterima di SD kelas 1. Baru, hari pertama Tole sudah protes sama pada Ibu guru.

Tole: “Bu.. Saya seharusnya duduk di kelas 3.”

Advertisement

Bu Guru: “Kenapa kamu yakin begitu?” (sambil geleng kepala)

Tole menjawab mantap: ”Soalnya saya lebih pintar dari kakak saya yang sekarang kelas 3.”

Akhirnya Bu Guru membawa Tole ke ruang Kepala Sekolah. Setelah diceritakan oleh Bu Guru, Pak Kepala Sekolah mencoba menguji Tole langsung dengan berbagai materi pelajaran murid kelas 3 SD.

Kepsek: "Berapa 16 dikali 26?"

Tole: "416."

Kepsek: "Perang Diponegoro berlangsung tahun berapa?"

Tole: "1825-1830."

Kepsek: "Siapa penemu lampu bohlam?"

Tole: "Thomas Alfa Edison "

Kepsek: "Hewan yang memakan daging dan tumbuhan termasuk golongan apa?"

Tole: "Omnivora."

Setelah beberapa pertanyaan itu, Pak Kepsek bilang ke Ibu Guru:

“Kelihatannya Tole memang cerdas, saya rasa bisa masuk di kelas 3.”

Tapi Ibu Guru masih belum yakin. "Coba saya tes lagi Pak”, kata Bu Guru.

+ Ibu Guru: "Benda apakah yang huruf pertamanya K huruf terakhirnya L, yang bisa tegang, bisa lemas?" (mendengar pertanyaan seperti itu Pak KepSek melongo kaget)

– Tole: "KETAPEL."

+ Ibu Guru: "OK, sekarang apakah yang huruf pertamanya M huruf terakhir K, di tengah benda itu ada kacangnya?" (Pak KepSek makin melongo sambil mengelap keringat di jidatnya)

– Tole: "MARTABAK."

+ Ibu Guru: "OK, berikutnya. Kegiatan apakah yang biasa dilakukan anak remaja di kamar mandi dengan gerakan yang berulang ulang? Huruf pertamanya M huruf terakhir I." (Pak KepSek makin salah tingkah denger pertanyaan Bu Guru)

-Tole: "MENGGOSOK GIGI."

+ Ibu Guru: "Kegiatan apakah yang biasa dilakukan pria dan wanita yang lagi pacaran di malam hari, huruf pertamanya N huruf terakhir T." (Pak KepSek nyaris pingsan denger pertanyaan terakhir Bu Guru)

– Tole: "NONTON MIDNIGHT."

Sebelum Bu Guru melanjutkan pertanyaan berikutnya, Pak KepSek memotong…
”Ibu Guru, Tole masukin ke Universitas saja. Saya yang lulusan S-2 aja salah terus nebaknya.”
========

Pesan moral: Bertahanlah untuk selalu berpikir positif walau itu sulit. Jadilah seperti Tole si siswa SD yang selalu percaya diri dalam berpikir positif. Sulit memang di situasi sekarang, tapi bukan berarti kita tidak bisa.

Mengapa kisah Tole ini penting?

Karena pikiran punya peran penting dalam membentuk sikap seseorang. Pikiran positif menjadi “pembeda” kita dengan yang lainnya. Sikap yang baik juga dimulai dari pikiran positif.

Kalau kita hari ini masih galau, masih gelisah. Pasti ada yang gak beres. Dan itu harus segera dibereskan. Caranya sederhana; BERPIKIR POSITIF AJA ATAS SEGALA HAL DI DEKAT KITA.

Mengapa harus berpikir positif?

Karena pikiran yang positif itu membuat kita:

1. Tidak stress, karena selalu mengabaikan pikiran negatif, mengganti pikiran pesimis menjadi optimis.

2. Lebih sehat karena pikiran mempengaruhi tubuh. Berpikir positif membuat kita lebih tenang, percaya diri, dan damai.

3. Lebih percaya diri karena apa adanya, tidak mencoba menjadi orang lain.

4. Lebih fokus karena selalu ikhtiar mencari solusi, bukan mempermasalahkan kenapa terjadi.

5. Lebih bahagia karena memiliki semangat berpikir positif. Apapun masalah yang ada, mudah diantisipasi dengan cara yang pas dan elegan hingga menjadikan hidup lebih bahagia, penuh damai, tawa, sehat, dan sukses pula secara finansial.

Tole memang cuma anak SD, siswa SD. Tapi dai memberi pelajaran buat semua orang. Tetap bertahan dalam pikiran yang positif. Sekalipun pertanyaan menjebak ke arah yang negatif, Tole tetap percaya diri untuk menjawab dengan baik. Satu saja kuncinya: BERPIKIR POSITIF.

Untuk apa ilmu tinggi, agama jago tapi pikirannya negatif melulu. Luar biasa Nak Tole, terima kasih dan bangsa Indonesia bangga punya generasi penerus seperti kamu.

Bagaimana dengan kamu? Salam Berpikir Positif.