Masih ingat jelas waktu itu, gimana kita yg masih belum terlalu jauh memikirkan hubungan ini akan dibawa kmana. Yang kita tahu hanya rasa happy saat berdua, saling cemburu, curiga, namun saling merindukan, kita saling melempar pujian2 yg membuat hati melayang, smuanya sempurna.

Waktu berlalu kian cepat, hubungan kita bukan lagi seumur jagung, seumur padi, kini setelah bertahun-tahun kita mulai bicara tujuan hubungan kita, saat kita sudah saling berkunjung kerumah masing-masing, keluargamu mengenalku demikian juga keluargaku mengenalmu.

Sore ini Kita melibatkan pembicaraan serius dengan suasana yang santai, kuteguk minuman ringan yg dihadapanku . kau mungkin tak menyadari sekian kali kutatap wajahmu, aku masih saja mencari-cari jawaban apakah pertanyaanku ada gunanya?????? toh perasaan manusia bisa berubah kapan saja, seperti musim yang sering berganti.

“ tujuanmu dekat denganku apa?” pertanyaan spontanitas yg terlontar dari seorang perempuan yang mulai berpikir tuk menjalani hubungan yang serius wlo sebenarnya dia sendiri tidak yakin apakah kamu orang yg tepat untuk ditanyakan hal demikian

Hmmm kamu terlihat hati-hati menjawab “ kalo bisa sih dibawa serius”

Advertisement

Aku berdehem saja, sambil tersenyum pikiranku menerawang jauh kedepan. Ada keraguan saat terpikir Jika aku terus memilih menunggumu namun bila akhirnya kau tak kunjung melamarku mungkinkah ada perempuan lain dihatimu atau kau sedang mempersiapkan dirimu untuk moment yg tepat??????

Perempuan tetaplah seorang yang butuh kepastian dan pembuktian untuk meyakinkannya bahwa ia tidak keliru menjatuhkan pilihan. Namun sepertinya kita hanya bicara pada arah hubungan, sejauh ini aku melihat bahwa kata-katamu hanya seakan ingin menenangkanku saja.

Aku percaya denganmu saat ini, Yang kutakutkan diantara ketidakpastian ini adalah akan ada seseorang yang mendoakanku lebih tulus dan bagaimana bila itu bukan kamu????? Sedih bila harus melepaskan moment2 yang tlah kita lalui bersama, kini aku hanya mampu mengasihimu dengan cara terbaikku, namun bila memang semua hanya berakhir sebagai kenangan, maka solusi hanyalah menerima kenyataan dan meneruskan langkah kedepan.

Pria yang dihadapanku sekarang, mungkinkah menjadi pria yang kelak menjadi pasanganku atau diantara kita satu sama lain akan memulai dari nol lagi????? Hanya Tuhan yang tau..