Memang teman-temanmu sudah banyak bercerita tentang rencana bahagiamu, jika aku hitung-hitung hanya menunggu satu bulan lagi kamu sudah benar-benar menjadi istri orang lain.

Aku ucapkan selamat atas pencapaian dari salah satu mimpimu, mimpi yang pernah sama-sama kita harapkan, mimpi yang sama di mana aku dan kamu pernah perjuangkan. Tapi kenyataannya sekarang kamu mewujudkannya dengan lelaki pilihan orangtuamu yang mereka anggap lebih bisa membuatmu bahagia dibanding aku, yang lebih pantas menikah dan hidup di masa depanmu.

Aku mengerti segalanya. Cinta tidak hanya bersama, tidak cuma hati saja, banyak yang belum aku punya dibandingkan lelaki sainganku. Dari itu aku mengalah, aku hanya berjuang dengan cinta tapi dia memilikimu karena sempurna.

Katamu kita masih bisa bahagia walau tidak lagi bersama, kenyataanya tidak ada yang bisa lebih bahagia dibanding saling memiliki orang yang kita sayang. Aku pernah bertanya apakah kamu masih mencintaiku? Kamu menjawab masih dan belum ada yang berubah, kalau begitu bagaimana bisa kamu bersama yang lain sedangkan perasaanmu masih ikut bersama ku?

Katamu, lupakan cinta di antara kita. Sekarang ajari aku caranya mengatur perasaan. Jika aku bisa aku sudah meninggalkan mu jauh. Kamu yang terlalu mudah melupakan segala kenangan kita atau memang tidak pernah ada yang kamu ingat?

Advertisement

Semoga bahagia, sayang, wanita yang selalu aku cinta. Jujur aku cemburu! Melepaskanmu untuk bahagia dengannya, tapi aku tidak akan menahan seseorang yang ingin menemui jodohnya. Semoga dengannya kamu temukan mimpi yang lebih sempurna. Kita hanyalah dua orang yang pernah saling pernah, hanya jadi pernah dan tidak pernah lagi

T.O.V