Saya, kamu dan mereka..

Sosok Dia dari pihak kamu dan sosok Dia dari pihak saya.

Sungguh, tak pernah saya menyangka kalau hubungan kita akan rumit seperti ini. Tak pernah ada dalam pikiran saya kita akan merasakan hal ini. Ketika hati kita sama-sama masih saling menyayangi.

Ketika mimpi serta harapan yang kita bangun harus gugur bersama keinginan mereka.

Ketika kita harus melepaskan peluk hangat kita bersama. Dan ketika semua perjuangan kamu dan saya harus berhenti karena mereka. Sungguh menyakitkan rasanya.. Takdir ataupun keadaan yang sepertinya belum berpihak kepada kita saat ini.

Advertisement

Sosok Dia dari pihak kamu dan pihak saya, yang sulit untuk kita dapat membaurkan ego mereka. Ada mereka yang masing-masing saling keras kepala. Ada mereka yang tidak mempedulikan nasib hati kamu dan saya.

Lelah rasanya setiap hari kita harus menerima perdebatan mereka. Mendengarkan celotehan mereka tentang kita. Bertahan pada mulut kejam mereka. Dan mendengarkan ketidaksukaan mereka..

"Amarah dihadapi dengan amarah takkan memperbaiki keadaan. Kadang, sebuah waktu untuk berpikir tenang lebih berarti dari sekadar penjelasan.."

"Karena mereka bukan hakim kita, cintalah yang mempertemukan kita.”

Mungkin butuh waktu untuk kita dapat mengikiskan ego dan kemauan mereka. Mungkin Tuhan memberikan jeda untuk kita dapat memperbaiki diri agar bisa bersama.

"Dan kita yang terbentur oleh mereka yang meninggikan ego nya hanya bisa berdoa.."

Serta melakukan semua yang terbaik agar kita dapat membuktikan di mata mereka.

Kita mencoba mengetuk hati dengan kebahagiaan dunia, memenangkan cinta dengan meledakkan doa.

Semoga Tuhan membukakan pintu hati mereka untuk mengijinkan kita bisa bersama. Semoga Tuhan memberikan kita kemudahan untuk dapat bersatu kembali.

Tahukah kamu, rasa sayang itu terlalu egois untuk dapat melepaskanmu.

"Karena nyatanya mengikhlaskan seseorang yang kita sayang dari hati tidak semudah yang terucap dari bibir ini.."

Tahukah kamu, jangan salah paham ketika saya memutuskan untuk mengambil keputusan seperti ini, saya harus meredam semua tangis saya.

Tidak munafik memang sungguh berat rasanya ketika saya membayangkan untuk ke depan tanpa sosok kamu. Ketika semua cerita tentang kamu dan saya harus diberi jeda.. Kamu yang selalu menghiasi hari-hari saya dan saya harus membiasakan seperti dulu tanpa kamu lagi.

“Karena rasa yang mempersatukan kita.”

Ah.. Sungguh berat membayangkannya. Merelakan kenyataan ini. Keputusan besar yang harus disepakati, membuat ego dan hati merasa dikorbankan.

“Tetaplah menjadi bintang di langit, tetaplah menjadi kesayangan.”

"Karena jika kamu mencintainya tanpa alasan, maka tidak ada alasan juga untuk kamu meninggalkannya.."

Hingga mereka semua menyadari bahwa kita merupakan sepasang pejuang kesungguhan rasa yang harus bersatu.

Pahamilah, kita tidak berpisah.. Tuhan hanya memberi jeda antara cinta dan kebersamaan kita. Lalu menyisipkan diantaranya kerinduan. Karena hubungan ini bukan hanya untuk kita tetapi juga menyatukan dua hati keluarga.

Pahamilah, Tuhan pasti tahu yang terbaik untuk kita.

“Semesta mempunyai caranya tersendiri untuk menyatukan kita kembali..”

Pahamilah, semua perjuangan kita akan berakhir indah dengan diiringi doa-doa kita. Teruslah berdoa sayang, hingga setiap detik doa kita kelak akan berakhir indah dengan sejuta jawaban-Nya..

Ingatlah, tidak akan ada sosok yang bisa menggantikan posisi kamu di hati saya. Kamu tetaplah kesayangan saya saat ini dan selamanya. Dengan segala harapan terbaik yang kita bangun bersama.

"Di sini ada kamu dan saya yang ingin menjadikan cerita ini sepanjang masa dengan bahagia dan tanpa luka.."

"Pada kepalan tangan kita yang erat saya mempercayakan masa depan kita bersama."

Jangan menyerah sayang, berharaplah cinta kita yang akan menang. Jaga selalu hatimu ketika kita jauh sampai Tuhan membuat kamu dan saya kembali.. Jika kamu memang tulang rusuk saya, kamu akan kembali ke peluk ini karena sekuat apapun kita mencoba melawan, hati akan selalu menenangkannya.

"Tak butuh siapa atau apa saya dimatamu. Ketika cinta jatuh telak dihatimu, saya adalah saya tanpa awalan ataupun akhiran."

Saya selalu di sini, selalu siap untuk membukakan pintu untukmu. Kita saling berharap dan berdoa semoga ridho dari-Nya akan datang tepat di waktu yang tepat untuk kita..

Tetaplah tersenyum sebab itu kebaikanmu dan cukup pejamkan mata jika kamu merindukan kita dan pikirkan sesuatu yang indah, saya akan hadir menemuimu.

Jalanilah hidupmu jalani harimu, kita akan tetap saling menyayangi selamanya..