(KKN) yang diselenggarakan oleh kampus Universitas Padjadjaran, mewajibkan seluruh mahasiswa untuk mengikutinya sebagai salah satu prasyarat kelulusan. Perkenalkan nama saya Kingdomen Pandiangan dengan Nomor Pokok Mahasiswa 240110120072 salah satunya mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian Unpad angkatan 2012.

Tema KKN periode Juli – Agustus 2015 ini adalah “Belajar Dari Masyarakat”. Dan Saya berada di Desa Sukasari Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka. Secara garis besar dimaksudkan agar mahasiswa lebih banyak mengamati, mempelajari dan memahami situasi masyarakat dimana dia ditempatkan. Maka tidak ada pembuatan program mahasiswa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tentu hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa karena situasi lingkungan yang baru lebih menggoda untuk tidak melakukan apa-apa. Apalagi tidak ada tuntutan untuk melakukan sesuatu yang nyata dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

Saya pribadi bertanya-tanya, apakah ada makna lain dari tema yang begitu ringan ini? Karena menurut saya, jika kita melakukan program juga kita dapat lebih belajar dari masyarakat. Dan akhirnya pertanyaan saya terjawab seiiring saya menjalani kehidupan selama satu bukan penuh di desa tercinta ini.

Bersama dengan 19 mahasiswa lain dari fakultas yang berbeda, kami memulai kehidupan tinggal bersama pada tanggal 28 Juli Agustus 2015. Kami tinggal di tempat yang berbeda Kaum adam di rumah Pak Yahya seorang Pengusaha Konveksi dan kaum hawa tinggal dirumah Pak Kuwo (kepala Desa) pisahnya tempat tinggal kita langsung keinginan dari Pak Kuwo karena di desa ini masih sangat kental budaya dan agamanya. Karena saya adalah seoarang mahasiswa yang sangat mencintai jurusan dan fakultas saya jadi saya fokus dibidang saya yaitu pertanian dan teknologi pertanian.

Advertisement

Selama menjalani rutinitas itu, kami mendapati beberapa kendala dan potensi di desa ini. Kendalanya adalah kebiasaan yang sudah mendarah daging hampir setiap rumah tidak mempunyai septic tank (toiliet) semuanya masih tradisional menggunakan jamban (takus) dan posisinya ada di tengah kolam yang berisi ikan mujair dan ikan mas tepat didepan rumah masyarakat dan biasanya ikan disana dikonsumsi, dan air yang sudah digunakan (air limbah rumah tangga) langsung dialirkan dan dibuang ke sungai.

Kurang baiknya manajemen penggunaan air bersih disetiap rumah-tangga menyebabkan berbagai dampak buruk baik dari sisi pertanian maupun dari sisi kesehatan masyarakat. Dan Potensi air di desa ini sangat melimpah terdapat sampai delapan sumber mata air.

Yang menjadi korban dari dampak buruk kurang baiknya manajemen penggunaan air adalah masyarakat di hilir dusun malongpong. Di dusun ini ada beberapa warga yang terkena penyakit budukan (Scabies) dan yang paling banyak terserang penyakit ini adalah anak SD. Dan dari hasil wawancara dengan bapak petani produksi padi mereka menurun sejak tahun 2008 sedangkan air melimpah sampai terbuang-buang.

Berangkat dari kondisi yang ada tersebut, kami selaku mahasiswa dipaksa berpikir bagaimana menyelesaikan masalah diatas tanpa merubah kebiasaan warga yang sudah mendarah daging menurut kami.

Kebetulan saya dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian dipaksa berpikir karena ini memang ranah saya dalam menyelesaikan masalah air untuk pertanian karena di kurikulum mata kuliah saya terdapat mata-kuliah Hidrologi, Irigasi dan Drainase, Kualitas Air, Dasar- Dasar Ilmu Tanah, Teknik Pengawetan Tanah dan Air yang akhirnya saya kolaborasikan sampai terealisasikanlah alat penyaring air limbah rumah tangga yang sudah pernah dibuat dan dipraktikan di fakultas saya.

Dan kami pun membuat alat peraga dan penyuluhan di desa ini untuk meminimalisir dampak buruk dari kurang baiknya manajemen penggunaan air sehingga diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan di desa ini.

Menurut saya peran seorang kepala desa sangat berperan dalam membantu mengubah pemikiran kebiasaan masyarakat yang sudah mendarah daging. Jika saya menjadi kepala desa di desa Sukasari, saya akan

Melaksanakan penyuluhan rutin pra panen-panen-paska panen dlaam bidang pertanian sehingga terdapat grafik perubahan kehidupan para petani mengarah kearah yang lebih baik.

Membentuk P3 (Petani Pengguna Air) sehingga air dapat dirasakan oleh semua masyarakat dengan merata sehingga tidak terjadi perdebatan antar petani

Membentuk Gapoktan (Kelompok Tani) sebagai wadah untuk mewadahi aspirasi setiap petani / sebagi perpanjangan tangan pemerintah desa dengan masyrakat

Membuat koperasi untuk mitra permodalan sehingga masyarakat tidak jauh-jauh ke bank

Ketika saya sebagai kepala desa ingin membuat sebuah terobosan baru yang sangat membutuhkan masyarakat sebagai pelakunya, tentu saya harus memikirkan cara agar semua pihak mencapai utility (kepuasan) maksimum. Yaitu dengan cara memberikan insentif dan kemudahan bagi masyarakat. Insentif yang dibuat juga bukan sekedar iming-iming seperti yang biasa dilakukan pemerintah untuk membujuk rakyat.

Saya pikir langkah awal cukup dengan hal itu, lalu selanjutnya akan tergantung pada respon dan kesiapan masyarakat untuk lebih maju lagi.

Terimakasih buat perangkat desa khususnya Pak Kuwo, Pak Sekdes, Pak Oo dan Pak Atik dan masyarakat yang sudah menerima kami dengan baik.

Terimakasih Sukasari telah mengajarkan saya banyak hal, mulai dari mengenal kepribadian sesama mahasiswa yang tiba-tiba harus tinggal bersama dalam satu bulan penuh, mengenal masyarakat yang masih jauh dari modern dan mengajarkan saya untuk lebih berpikir secara dewasa

Terimakasih buat PPAB REJANAWANA dimana setiap tetes adalah pengorbanan, setiap langkah adalah pembelajaran,setiap terang adalah pengharapan dan setiap penelusuran adalah cerita dari suara kecil, tawa-tangis dari hamba tak bertuhan kita hidup untuk mati atau mati untuk menghidupkan

Terimakasih Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Terimakasih Jurusan Teknik dan Manajen Industri Pertanian

Terimakasih Almamater Universitas Padjadajaran