"Ini deskripsiku tentang kopi. Ada yang hitam ada yang setengah hitam, ada yang coklat dan ada yang warna-warni. Tergantung situasi dan kondisi yang terjadi pada dunia si peminum kopi itu sendiri…"

Kopi itu mengandung kafein. Yang sempat rilis album dengan single yang cukup hits “ Hidupku kan damaikan hatimu…” Agak ngelantur ya. Hum.. Oke kembali ke kopi. Terkadang kopi itu sangat teramat memuakkan.

Contohnya. Kopi-Kir kaulah segalanya, Kopi-Sa ya kamu menduakan aku, atau Kopi mahal yang dibeli di Stubruk, terus tumpah gara-gara kesenggol bencong yang lagi lari-lari dikejar satpol PP. Itu cukup memuakkan, apalagi kalau ga dibeliin yang baru.

Kopi yang sering kali saya beli di warung pinggir jalan itu. Lebih sering menggunakan gelas dari plastik bekas air mineral. Yang pasti, proses pembuatannya itu cukup menyeramkan.

Dari orang minum, dibuang pinggir jalan atau taruh tempat sampah, terus diambil oleh para satria pemungut barang-barang bekas. Atau yang biasa kita sebut Pemulung. Dengan ujung tangan dia yang entah sudah memegang apa saja. Atau juga dengan ujung gancu yang biasa dia bawa.

Advertisement

Lalu dikuliti penutupnya, dicuci hingga bersih terlihatnya. Kemudian dikemas kembali dalam plastik dan diorder lah ke warung-warung terdekat.

Ah.. Membayangkan itu saya jadi agak mual. Makanya saya berhenti. Bukan berhenti membeli kopi yang diseduh dari gelas plastic tersebut. Tapi berhenti membayangkan yang aneh-aneh. Simple kan? Hahaha..

Kopi bagiku adalah teman yang baik sesudah rokok. Karena mereka berdua ternyata sahabatan. Kenapa begitu?
Karena tiap warung rokok. Pasti ada kopi di sana. Di kafe-kafe pun sama. Tiap orang pesan kopi, pasti banyak yang sambil merokok. Tapi kafe yang ada smoking areanya lho.

Makanya saya ambil kesimpulan. Rokok dan kopi itu ternyata sahabatan. Walau mereka berbeda rasa, berbeda gaya , berbeda rupa, berbeda cerita. Tapi mereka bisa jadi satu. Makanya kalau cari sahabat yang baik itu, harus kaya mereka. Bisa saling melengkapi.

Situasi dan kondisi kopi saat ini tergantung pada peminumnya. Kalau yang minum suka tantangan. Pasti minum kopi panas sambil naik kereta yang berjubel. Atau bisa juga minum kopi sambil main selancar. Atau bisa juga minum kopi sambil duduk di tengah jalan raya.

Lain halnya dengan penikmat kopi yang suka dengan ketenangan. Mereka pasti lebih minum kopinya mojok di perpustakaan, atau bisa juga dia bikin kopi terus pergi ke kutub selatan, di padang pasir kalau perlu, atau di kuburan waktu tengah malem.

Kalau saya tidak masuk di dua kategori itu. Karena saya punya kategori sendiri. Yaitu peminum kopiTis. Atau Kopi gratis. Ahaha. Itu lebih nikmat dan juga punya tantangan lho. Coba aja sendiri. Tiap hari anda nongkrong di warung kopi. Pesan kopi. Tapi minta bayarin sama temen-temen yang ada di sana. Nah kalau pas lagi nggak ada temen gimana? Abis minum kabur kan. Ahahaha.. Jangan ditiru ya, nggak baik buat kesehatan dan hubungan diplomatik kalian dengan mahluk hidup.

Oiya, kopi pun punya cara tersendiri untuk merubah suasana. Saat cuaca panas, kopi susu campur es pasti nikmat. Saat cuaca dingin menusuk tulang. Kopi extra panas dengan rokok, mampu jadi penghangat suasana.
Saat ingin mengusir mahluk halus. Kopi pun tersedia sebagai sesajaen. Hingga buat suasana tentram.
Saat ingin terbang pun anda bisa dengan kopi. Kopi tanpa ampas yang mengandung alkohol bisa anda sajikan di ruang tamu anda. Ya,kalau anda berkenan. Saya bisa datang untuk membantu habiskan kopi tersebut. Itung-itung silaahturahimlah kita. hahaha..

Jadi, kopi itu adalah sesuatu yang sering kali kita jumpai dalam beragam aktifitas. Kecuali ngopi sambil ibadah sholat atau ngopi lagi sembhayang di pura, wihara, klenteng maupun gereja ya.

Itu nongkrong apa mau Ibadah? Jangan sekali-kali nyoba deh. Walaupun anda seorang type penikmat kopi yang suka tantangan.

Di zaman ini. (kaya gua hidup di zaman dahulu aja) Sedang nge-trend KOPI SIANIDA. Iya, Si Anida, anaknya tukang bajigur kampung rawa bebek, yang ada tukang ojek rada geblek itu. Hahaha. Si mbak J ini mencampur salah satu ramuan ajaib pada gelas kopi korban. Pada salah satu kafe elit di bilangan Jakarta. Entah motif apa yang ia lakukan saat mencampurkan bubuk kematian yang berbau almond itu di gelas sahabatnya sendiri. Yang jelas, kopi itu punya banyak cara dalam menikmati. Bahkan bisa membuat Mati. Seperti yang dilakukan oleh gadis cantik itu.

Wah bahaya juga ya ternyata kelakuan Mbak J ini. Jangan dicoba-coba ke orang yang kalian benci atau nggak suka ya. Kasihan keluarga yang ditinggalkan. Tapi kalau racun tikus si nggak apa-apa. Campurin aja. Hahaha.

Sekali lagi. Selamat nikmati segelas hingga ratusan gelas kopi anda. Dengan bermacam cara. Mau ngegalau sambil ngopi pun tak mengapa, mau ngopi sambil ngeronda pun nggak apa-apa. Asal jangan suka NGOPI-PASTE. Itu sangat berbahaya dan tidak sehat bagi dunia penulisan. Oke guys, selamat ngopi.