Kopi yang aku buat selalu manis. Tentu, teruntuk dirimu. Kata-kata tersebut memang hanyalah kiasan untuk menggambarkan bahwasannya aku sedang berbahagia denganmu. Sulit rasanya menggambarkan seluruh kegembiraan di hati hanya dengan melalui kata-kata, karena yang terpenting, hal itu haruslah cukup dirasa.

Setiap hal dan kejadian rasanya patut aku syukuri semenjak bersama dirimu. Rasa-rasanya saat bersamamu, aku bisa melakukan semua hal apapun dengan lepas, bebas, dan tanpa batas. Karena denganmu aku mampu untuk menjadi diriku sendiri, aku berkuasa atas diriku dengan tidak meniru dan menjadi sosok lain. Kamu seperti punya sihir yang selalu mampu membuat aku terhipnotis melalui pembicaraanmu bahkan hanya dengan tatapan mata.

Memang tidak selamanya rasa kopi yang kita nikmati selalu manis dan nikmat, ada kalanya kita harus mencoba rasa pahit dari kopi itu sendiri. Sama seperti aku tidak tahu sampai kapan kita akan terus bersama. Mungkin sebagian dari kita atau rata-rata semua orang pernah merasa kehilangan, dengan hal tersebut mereka bisa lebih mengerti arti memiliki. Ketika kita selalu bersama dengan orang yang kita sayang, rasanya hal tersebut memang biasa atau patut kita dapatkan. Namun jika kita kehilangan orang tersebut, barulah kita merasa bahwa ia sungguh berarti waktu pernah ada dalam kehidupan kita.

"Jangan hanya mencari orang yang selalu mentraktirmu kopi. Tapi carilah orang yang membuatkan kopi walau hanya satu, tapi untukmu."

Lalu bagaimana jika suatu hari akan terjadi perpisahan? Saat itu lah kopi yang aku buat dan aku sajikan untukmu tak sama lagi dan takkan semanis dulu karena bukan kamu lagi sebagai penikmatnya. Pada waktu itulah aku akan jatuh sejatuh-jatuhnya, menangisi kepergianmu, dan menderita karena kehilanganmu. Aku hanya inginkan kamu sebagai penikmat dari kopiku. Walaupun ada orang lain yang memuji rasa nikmat dari kopi ini, tapi aku hanya ingingkan kamu untuk selalu menemaniku dan dapat melengkapiku.

Advertisement

Selagi bersama aku akan tetap merengkuhmu dalam dekapku seolah tak akan pernah aku lepaskan. Memang belum ada kepastian untuk hal apapun dalam kehidupan yang kita jalani di dunia ini, namun jika ia pantas untuk mendampingimu, saat itu kamu patut untuk terus memperjuangkannya. Karena kopi terbaik bukan hanya berasal dari biji kopinya, ya biji kopi bisa menjadi dasar untuk rasa yang dihasilkan tapi terlebih dari itu. Cara kamu membuat pakai hati dan cinta, dan dikhususkan kepada siapa kopi itu akan diperuntukan, saat itu lah kamu akan merasakan nikmat dan manis kopi yang sesungguhnya kamu inginkan.