Hhhmmm harus ku mulai darimana ya??

Ok,saat sebelum aku menengenalimu. Saat itu aku masih berkubang pada luka lama ku yang masih membekas. Dan mulai detik itu aku menutup rapat-rapat ruang hati yang sebenarnya harus ku saran kan pada mu. Hahaha maaf kan aku ya?? Kau lebih tua dari ku. Saat itu aku sangat acuh pada mu juga pada yang lain. Seolah mengecap semua laki-laki itu sama “its that true” malam-malam kau mengirimi ku pesan lewat facebook namun dengan santai aku membalas dengan dingin. Juga beberapa kebohongan nakal yang aku buat agar kau tak menghubungi aku lagi. Lebih parahnya lagi aku memberi julukan “alay” padamu. Sungguh tak terhitung berapa salah ku. Maaf -_-

Semua bentuk pertemanan yang kau tawarkan kepada ku. Langsung ku tolak mentah-mentah

Hahaha maaf lagi ya, aku yang masih trauma dengan laki-laki yang dulu menyat hatiku dengan mudahnya. Aku baru tau ternyata kamu adala senior ku di kampus. Haduh, maaf sekali dengan sikapku. Aku masih tetap acuh dipesan mu yang terakhir kalinya kamu menanyakan tentang persiapan ku untuk Tugas Akhir ku. Ya, jujur dan sampai sekarang aku masih belum menemukannya. Bagaimana ini?? Abaikan untuk masalah itu. Kamu ternyata bukan orang pantang menyerah, aku salut untuk itu. Saat aku sudah tak mau melihat kamu lagi. Kamu menanyakan kabar tentang diriku pada teman kampus ku dan mulai menitipkan salam bahwa kau mencariku.

Saat semua nya sudah berlalu. Kamu mulai tak menggiraukan aku lagi, disitu aku mulai sedih

Advertisement

Entah kata yang pantas buat diriku ini. Aku yang belakangan ini mulai muak dengan kisah ku yang lalu. Mulai tergelitik dengan hadir nya dirimu. Yaa,, aku tau sudah terlambat sekali bagi ku untuk kembali meminta mu untuk “kepo” tentang diriku seperti dulu. Hhmmm untuk menebus semua itu beberapa waktu yang lalu aku mulai berganti untuk meng-kepo-i dirimu. Memulai mencari pertemanan yang dulu engkau tawarkan. Aku juga senang dan sedih setelah menguntiti akun facebook mu dan mendengar dari teman ku bahwa sebentar lagi kamu akan menyandang gelar sarjana di belakang nama mu. Selamat ^_^ tapi sedih ya kau meningalkan aku yang masih berjuang disini -_- . “nasi sudah menjadi bubur” mungkin itu yang pantas saat ini aku sandang. Jujur, aku plin-plan dan menyesal karena salah dalam menilai dirimu. Maaf,,,

Akhirnya, masih bolehkan aku dan dirimu “mas alay” kembali seperti dulu??

Egois sekali aku ya,, kamu yang tulus begitu baik ingin mengenal diriku lebih dalam. Aku dengan teganya menutup pintu hati ku dan membanting pintu itu keras-keras didepan muka mu. Aku ingin kau mengirimi aku pesan lewat facebook dan memberi komen juga jempol mu pada aku ku sepeti dahulu. Masih boleh kan itu?? Masih berlaku kah rasa penasaran mu terhadap aku?? Masih ada kesempatan itu buat diriku??

Untuk “mas alay”

Jika memang tak bisa, tak apa aku tau kau sudah dewasa dan tak mau bermain dengan aku yang masih labil. Semoga engkau selalu sukses dan mendapat semua engaku bahagiakan ^_^ amin