Kuliah dengan jurusan Bahasa Arab itu seperti sedang belajar di dunia lain. Dunia yang penuh dengan magic yang mana kita sedang belajar bahasa kitab suci umat muslim. Belajarnya juga berbeda, nggak hanya belajar lalu ngerjain soal dan tugas dikumpulkan dan selesai. Tetapi lebih dari itu, ada beban tersendiri yang kita emban. Seperti yang kita pahami bahwa dalam berdakwah tidak melulu tentang dalil atau petikan ayat dari Al Qur'an atau hadist.

Tetapi lebih dari itu, sebuah sikap. Sebuah ahklak yang baik. Tentu buat kita yang kuliah di jurusan Bahasa Arab ketika sudah tau bagaimana rasanya matkul hadis, balango, tarikh atau sejarah Islam, fiqh, Al Qur'an, metodologi studi Islam, filsafat umum, filsafat islam dan masih banyak lagi. Yang mana ada 144 Sks (sistem kredit semester) yang harus kita tempuh.

Di kelas kita pasti bisa menjadi juaranya. Hanya saja ketika kita bicara tentang jurusan istimewa ini maka kita nggak bisa berdiri sendiri. Kita harus berjalan berdampingan dengan ego kita. Menyelaraskan ego dengan ilmu yang kita miliki. Bukan hal yang mudah tentunya, karena kita juga sama seperti yang lain. Memiliki perasaan, memiliki banyak hal-hal gila yang ingin kita lakukan.

Tentu sudah bukan hal yang asing lagi ketika ada orang yang memuji kita dengan jurusan kita. Tidak hanya itu, yang mencela kita juga banyak ketika sikap kita ini dianggap tidak sesuai dengan jurusan kita. Sebagian besar orang berpikir, bahwa jurusan Bahasa Arab itu harus memiliki sikap yang baik-baik saja. Jika kita nalar tentu saja kita harus setuju, karena memang yang kita pelajari hal-hal yang baik. Hanya saja seringkali kesalahan terjadi karena diri kita sendiri tetapi yang mendapat getahnya jurusan kita. Iya jurusan Bahasa Arab.

Aku masih saja setuju dengan pikiranku, bahwa kuliah dengan jurusan Bahasa Arab itu istimewa. Meskipun banyak yang bilang kalo jurusan satu ini masuk dalam kategori jurusan nggak laku di pasaran. Jika kita mau maka kita boleh saja mengakuinya bahwa kita belajar di jurusan yang nggak laku dipasaran. Tetapi aku rasa tidak bijak jika kita setuju dengan apa yang orang katakan.

Advertisement

Mungkin kita harus mau dan belajar untuk memahami bahwa banyak orang yang belum mengetahui jika di Arab sanalah, peradaban berkembang. Dan dengan Bahasa Arab inilah manusia-manusia hebat itu berbahasa. Coba sejenak tutup akun Facebook atau Instagram, lalu kita cari tentang peradaban Islam di Eropa. Pasti kita tidak akan pernah mengira. Atau mungkin kita bisa saja shock di tempat. Sebelum kita lahir, Bahasa Arab sudah menjelajah Eropa selama berabad-abad.

Tidak hanya di Eropa tapi ada banyak tempat dan peninggalan yang akan membuat kita shock di tempat. Coba pikirkan sekali lagi, tentu tidak berlebihan jika kita bilang bahwa kuliah jurusan Bahasa Arab itu istimewa. Dan hanya orang-orang istimewa yang berada di dalamnya.