Terimakasih kepada kamu yang telah hadir di kehidupanku.
Tidak lama, dan juga tidak sebentar. Terimakasih telah membawaku berlari sejauh ini; menarikku dari masa laluku yang salah dan membuat aku terbangun dari ritme kehidupanku yang selalu sama.

Walau saat ini semua berakhir dengan sama saja.

Ya, tiba-tiba kita menghilang,

sibuk dengan urusan kita masing-masing.

tapi aku selalu bersyukur pernah ada kamu di dalam ceritaku. Tentang kamu yang menghabiskan banyak cerita di dalamnya; tentang bersama kamu aku bisa lebih banyak bersabar dan selalu berusaha untuk mengerti dan menerima kamu apa adanya.

Semua ceritaku selalu berakhir dengan sama; pula dengan alasan yang sama. Tentang aku yang baik; tentang aku yang pengertian; tentang aku yang sabar. Hah? Apakah aku harus menjadi "tidak baik, tidak pengertian dan tidak sabar" agar hubungan ini bisa selalu berjalan?

Saat ini kembali kepada jarak..

Jarak ratusan kilometer antara kotaku dengan kotamu..

Jarak ribuan kilometer antara kehidupanmu dengan kehidupanku..

Dan mungkin jarak puluhan ribu kilometer antara hatiku dan hatimu..

Selamat menikmati waktu kita masing-masing;

di masing-masing waktu;

di masing-masing kota;

dan di masing-masing hati.