Libra, sebenarnya aku ingin jadi seseorang yang kamu perjuangkan Kamu si Libra yang pernah memanah hatiku tepat di lubuk hati yang selalu kosong sampai aku sedewasa ini. Bolehkah aku mengurai sedikit kisah cintaku yang sebentar (pernah) kita ukir bersama namun dengan mudah kau acuhkan. Mungkin dengan itu kamu mulai ingat dan setidaknya ada setitik rasa yang tertinggal di hatimu untuk aku.

Kita adalah dua orang yang berbeda dalam setiap sisi karakter bahkan usia kita. Tapi kita sepakat untuk mencoba menjalaninya meskipun jarak jadi bagian kisah kita. Aku ingin kamu tahu tak mudah bagiku membuka ruang hatiku selebar ini dan selapang ini untukmu. Sudah lama ku tutup rapat hati ini hanya untuk melindungi sang hati agar tak terluka oleh cinta yang mungkin belum aku mengerti dan pahami.

Dan kamu bahkan sudah seperti duniaku dikesepianku. Saat kamu menjadi bagian dalam hidupku, kamu juga menjadi titik fokus kehidupanku. Apapun itu ada keterbukaan yang selalu ku ceritakan padamu, yang akan dan sedang ku lakukan adalah hal wajib untuk kuberitahukan padamu. Kamu tahu kenapa?? Karena sebuah kpercayaan yang ingin ku bangun kali pertama itu denganmu tak pernah terpikir oleh ku untuk memulainya tanpa akhir yang indah.

Aku selalu berdoa kepada Sang Pencipta untuk kamu dan jarak yang memisahkan kita. Aku selalu menantikan pertemuan pertama kita sebagai seseorang yang ingin lebih ku kenal. Hal yang selalu ku nantikan dengan penuh semangat saat pulang dari pengabdian kita sebagai guru. Pada kenyataannya bukan jarak yang memisahkan kita, bukan aku yang tak tahan menunggu waktu 1 tahun untuk bisa langsung bertemu denganmu bukan lagi secara virtual.

Bukan juga karena silsilah nenek moyang yang jadi awal renggangnya komunikasi kita. Tapi karena aku yang tak pernah ada di hati itu. Kini aku paham begitu mudahnya kamu memainkan peran itu. Aku pahami sifatmu sebagai lelaki berbintangLibra. Aku mulai takut dengan sebuah kepalsuan. Tapi setidaknya aku banyak belajar tentang rasa dan terima kasih untuk pembelajarannya.